Samarinda (10/07) – Pimpinan Redaksi Buletin Sapulidi meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, Kalimantan Timur, untuk menjadi mediator dialog antara redaksi Sapulidi dengan pihak-pihak yang merasa terganggu dengan penerbitan Bulletin Sapulidi edisi III, Mewaspadai Gerakan Kelompok Islam Ekstrem.
Hal itu disampaikan Pimpinan Redaksi Buletin Sapulidi Taufik Bil Haqi, saat dikonfirmasi, Selasa (10/07), terkait adanya pengaduan masyarakat kepada MUI Samarinda, karena merasa resah dengan penerbitan Bulletin Sapulidi edisi III, yang diduga memuat karikatur Nabi Muhammad saw. “Kami dari Sapulidi dan PMII minta kapada MUI untuk menjadi mediator pertemuan antara radaksi Sapulidi dengan orang-orang yang mengatasnamakan masyarakat, instansi dan kelompok tertentu, untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait penerbitan Buletin Sapulidi. Supaya tidak ada sembarang klaim,” katanya Bil Haqi.








