[ PMII KOMFAKSYAHUM ] [ONLINE]

: Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Cabang Ciputat :

Hikmah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Posted by PMII KOMFAKSYAHUM pada 24/07/2007

Peresensi: Lukman Santoso Az*
Judul Buku: Kisah & Hikmah Mikraj Rasulullah
Penulis: Imam al-Qusyairi
Penerjemah: Dr. Abad Badruzaman, Lc
Penerbit: Serambi, Jakarta
Cetakan: Pertama 2007
Tebal Buku: 187 halaman

Momentum Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina kemudian naik ke Sidratul Muntaha adalah peristiwa yang sangat fenomenal dalam sejarah umat Islam. Mengapa demikian? Karena dari peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW memperoleh perintah ibadah wajib, yakni sholat lima waktu yang langsung dari Allah SWT.

Perintah sholat ini kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. Sehingga, dalam konteks spiritual-imaniah maupun perspektif rasional-ilmiah, Isra’ Mi’raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat beragama (Islam).

Bersandar pada alasan inilah, Imam Al-Qusyairi yang lahir pada 376 Hijriyah, melalui buku yang berjudul asli ‘Kitab al-Mikraj’ ini, berupaya memberikan peta yang cukup komprehensif seputar kisah dan hikmah dari perjalanan agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, beserta telaahnya. Dengan menggunakan sumber primer, berupa ayat-ayat Al-Quran dan hadist-hadits shahih, Imam al-Qusyairi dengan cukup gamblang menuturkan peristiwa fenomenal yang dialami Nabi itu dengan runtut.

Selain itu, buku ini juga mencoba mengajak pembaca untuk menyimak dengan begitu detail dan mendalam kisah sakral Rasulullah SAW, serta rahasia di balik peristiwa luar biasa ini, termasuk mengenai mengapa mikraj di malam hari? Mengapa harus menembus langit? Apakah Allah berada di atas? Mukjizatkah mikraj itu hingga tak bisa dialami orang lain? Ataukah ia semacam wisata ruhani Rasulullah yang patut kita teladani?

Bagaimana dengan mikraj para Nabi yang lain dan para wali? Bagaimana dengan mikraj kita sebagai muslim? Serta apa hikmahnya bagi kehidupan kita? Semua dibahas secara gamblang dalam buku ini.

Dalam pengertiannya, Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan suci, dan bukan sekadar perjalanan “wisata” biasa bagi Rasul. Sehingga peristiwa ini menjadi perjalanan bersejarah yang akan menjadi titik balik dari kebangkitan dakwah Rasulullah SAW. John Renerd dalam buku ”In the Footsteps of Muhammad: Understanding the Islamic Experience,” seperti pernah dikutip Azyumardi Azra, mengatakan bahwa Isra Mi’raj adalah satu dari tiga perjalanan terpenting dalam sejarah hidup Rasulullah SAW, selain perjalanan hijrah dan Haji Wada. Isra Mi’raj, menurutnya, benar-benar merupakan perjalanan heroik dalam menempuh kesempurnaan dunia spiritual.

Jika perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah pada 662 M menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah, maka Isra Mi’raj menjadi puncak perjalanan seorang hamba (al-abd) menuju sang pencipta (al-Khalik). Isra Mi’raj adalah perjalanan menuju kesempurnaan ruhani (insan kamil). Sehingga, perjalanan ini menurut para sufi, adalah perjalanan meninggalkan bumi yang rendah menuju langit yang tinggi.

Inilah perjalanan yang amat didambakan setiap pengamal tasawuf. Sedangkan menurut Dr Jalaluddin Rakhmat, salah satu momen penting dari peristiwa Isra Mi’raj yakni ketika Rasulullah SAW “berjumpa” dengan Allah SWT. Ketika itu, dengan penuh hormat Rasul berkata, “Attahiyatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibatulillah”; “Segala penghormatan, kemuliaan, dan keagungan hanyalah milik Allah saja”. Allah SWT pun berfirman, “Assalamu’alaika ayyuhan nabiyu warahmatullahi wabarakaatuh”.

Mendengar percakapan ini, para malaikat serentak mengumandangkan dua kalimah syahadat. Maka, dari ungkapan bersejarah inilah kemudian bacaan ini diabadikan sebagai bagian dari bacaan shalat.

Selain itu, Seyyed Hossein Nasr dalam buku ‘Muhammad Kekasih Allah’ (1993) mengungkapkan bahwa pengalaman ruhani yang dialami Rasulullah SAW saat Mi’raj mencerminkan hakikat spiritual dari shalat yang di jalankan umat islam sehari-hari. Dalam artian bahwa shalat adalah mi’raj-nya orang-orang beriman. Sehingga jika kita tarik benang merahnya, ada beberapa urutan dalam perjalanan Rasulullah SAW ini.

Pertama, adanya penderitaan dalam perjuangan yang disikapi dengan kesabaran yang dalam. Kedua, kesabaran yang berbuah balasan dari Allah berupa perjalanan Isra Mi’raj dan perintah shalat. Dan ketiga, shalat menjadi senjata bagi Rasulullah SAW dan kaum Muslimin untuk bangkit dan merebut kemenangan. Ketiga hal diatas telah terangkum dengan sangat indah dalam salah satu ayat Al-Quran, yang berbunyi “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”

Mengacu pada berbagai aspek diatas, buku setebal 178 halaman ini setidaknya sangat menarik, karena selain memberikan bingkai yang cukup lengkap tentang peristiwa Isra’ mikraj Nabi saw, tetapi juga memuat mi’rajnya beberapa Nabi yang lain serta beberapa wali. Kemudian kelebihan lain dalam buku ini adalah dipaparkan juga mengenai kisah Mikrajnya Abu Yazid al-Bisthami. Mikraj bagi ulama kenamaan ini merupakan rujukan bagi kondisi, kedudukan, dan perjalanan ruhaninya menuju Allah.

Ia menggambarkan rambu-rambu jalan menuju Allah, kejujuran dan ketulusan niat menempuh perjalanan spiritual, serta keharusan melepaskan diri dari segala sesuatu selain Allah. Maka, sampai pada satu kesimpulan, bahwa jika perjalanan hijrah menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah, maka Isra Mi’raj menjadi “puncak” perjalanan seorang hamba menuju kesempurnaan ruhani.

* Lukman Santoso Az, Penikmat Buku dan peneliti Pada Centre for Studies of Religion and State (CSRS) Yogyakarta.

Sumber: http://www.nu.or.id

About these ads

21 Tanggapan to “Hikmah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW”

  1. bagus bangettttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt

    • Ism. berkata

      Apa pulak bagos nya? Sebenar nya penulis salah memahami ayat al quran yang menyatakan Nabi s.a.s. hanya melihat sebahgian saja dari keagongan tuhan nya apabila Sidrah meliputi sesuatu.Cuba fahamkan benar benar!! Menurut Saidatinah Aisyah radiallahuanhu, Nabi s.a.w. tidak melihat Allah sebalik nya Allah Taala berbicara dengan Baginda di sebalik HIJAB.Saya nati matian tidak bersetuju dengan gaya penulis yang tidak dapat memahami ayat ayat quran dengan baik.Cuba semak semula surah An Najm.Yang Nabi melihat dengan rupa asli pada ayat tersebut ada lah Malaikat Jibril a.s.Harap paham!

      • Ande Ande Lumut berkata

        sudah sudah bertengkar saja ni ……

        Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad saw. dari masjid Al Haram yang terletak di kota Makkah ke masjid Al Aqsha yang terletak di Palestina. Sedang mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad saw. dari masjid Al Aqsha yang terletak di planet bumi menuju Mustawan, melalui tujuh planet atau dengan kata lain, mi’raj adalah perjalanan inter planet. Jadi “isra’” dan “mi’raj” adalah dua peristiwa yang disebutkan oleh Al Qur’an dalam dua surat yang berbeda. Isra’ disebutkan dalam surat Isra’ ayat 1:

        بِسْــمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ .
        سُبْحَانَ الَّذِيْ أَسْـرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْــجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْـجِدِ الأَقْصى الَّــذِيْ بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ .

        “Dengan nama Allah Yang Maha Luas belas-Nya lagi Maha Kekal kecitaan-Nya. Maha Suci Dzat yang telah menjalankan hamba-Nya (Muham-mad) pada waktu sebagian dari malam hari dari masjid Al Haram ke masjid Al Aqsha yang telah Kami beri berkah sekelilingnya agar Kami dapat menunjukkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

        Peristiwa mi’raj disebutkan dalam surat An Najmu ayat 13 – 18:

        وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى. عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى. عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى. إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى. مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى. لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّــــــهِ الْكُبْرَى .

        “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (Yaitu) di Sidratil Muhtaha. Di dekatnya ada sorga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”.

        Hal ini memberi pelajaran kepada kita, bahwa manusia selaku makhluk sosial harus mengadakan hubungan atau komunikasi yang baik dengan sesama makhluk Allah di muka bumi; sedang sebagai hamba Allah, manusia wajib melakukan hubungan yang baik dengan Allah swt. yang telah menciptakannya dan telah menganugerahinya berbagai macam keni’matan yang diperlukannya selama hidupnya di dunia. Hubungan baik dengan sesama makhluk dan dengan Sang Pencipta akan membawa ketenangan dan ketenteraman jiwa yang menjadi faktor penentu bagi kebahagiaan hidup yang sejati, baik di dunia maupun di akhirat.

  2. andrekurniawan berkata

    Hikmah lainya adalah Nabi Muhmmad saw itu adalah bukan seorang yang egois. buktinya adalah ketika bliau sudah di surga, beliau turun lagi ke bumu. padahal di surga itu kan penuh kenikmatan dan kekal.. turun unutk menyelamatkan umatnya dari kesesatan. trim

    • Ism. berkata

      memabg lah Nabi sayangkan umat nya hendak atau tidak Nabi terpaksa turun semula ke bumi untuk menyampaikan pesan Allah yang sembahyang lima waktu tu.gunakan lah sikit akal fikiran awak tu,kerana masa nya untuk Nabi ke syorga belom sampai lagi.

  3. Gunadi berkata

    cantik kalau perlu ulasan – ulasn menjelang ramadhan, sehingga akan berguna bagi muslim , semoga kesehatan dankesuksesn tetap tercurahakankepada kita bersama amiin

  4. cungkring berkata

    MKASIH Y,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  5. siip dgh …

  6. ikhwan berkata

    Assalamu’alaikum wr. wb..

    Pembahasan Isro’ & Mi’raj yang begitu indah,
    Disajikan dalam bahasa yang begitu arif dan makna yang begitu dalam..
    Selayaknya kaum muslimin wal muslimat mengetahui hal ini..
    Mohon izin untuk mengambil postingan ini..

    Terima kasih..

    Wasalamu’alaikum wr. wb..

  7. Ibnu S berkata

    Setiap umat pada setiap zaman akan senantiasa menggali dan mengambil hikmah peristiwa Isra’ & mi’raj Nabi Muhammad SAW. Perjalanan yang diberkahi disekelilingnya merupakan rahmat & karunia yang sangat besar, kita mohon semoga Allah memberikan keberkahan dan kesejahteraan dalam setiap langkah perjalanan kita baik di bumi maupun di langit (udara) pada saat kita sedang emlakukan perjalanan jauh dengan kendaraan pesawat misalnya, amin.

  8. Ibnu S berkata

    Setiap umat pada setiap zaman akan senantiasa menggali dan mengambil hikmah peristiwa Isra’ & mi’raj Nabi Muhammad SAW. Perjalanan yang diberkahi disekelilingnya merupakan rahmat & karunia yang sangat besar, kita mohon semoga Allah memberikan keberkahan dan kesejahteraan dalam setiap langkah perjalanan kita baik di bumi maupun di langit (udara) pada saat kita sedang melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan pesawat misalnya, amin.

  9. Emas Muslihudin berkata

    1. Umurul Masajid (Mensejahtrakan Mesjid)
    2. Amalussolah pi hayatilyaomiyah (mengamalkan sholat pada kehidupan sehari-hari)

  10. purwono berkata

    Bagus banget, untuk perenungan dalam diri kita, dan orang lain agar kita dapat menyikapi tauladan Nabi Besar Muhammad SAW

  11. Ahmad Fatoni berkata

    Allahu Akbar..

    Dari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Penemu Sesungguhnya Dalil Phitagoras …

    Islam is The First Leader of Experience in ALjabar/Modern Mathematique

  12. Saeful berkata

    sipp…dech…..bahan untuk tafakkur…bagi kita semua.

  13. Isra Mi’raj marilah kita jadikan sebagai momentum bagi kita utka. ami meningkatkan kualitas shalat kita amin

  14. Firman berkata

    lumayan si tapi tidak ada bagusx

  15. Ism. berkata

    Dan tidak bagi seorang maknusia pun bahawa Allah berkata kata kepada nya melainkan dengan ilham atau dari belakang tabir (hijab) atau dia mengirim utusan/malaikat lalu Dia mewahyukan dengan seizin nya apa apa yang Dia kehendaki.Sesungguh nya Dia Maha tinggi lagi Maha Bijaksana. QS:42 ayat 51. Dia tidak dapat di capai oleh pengelihatan mata,sedang Dia dapat melihat segala pengelihatan itu dan Dia lah yang Maha Halus lagi Maha mengetahui QS:6 ayat 103. Ini lah ayat ayat quran yang Saidatinah Aishah Radiallahuanhu (isteri Nabi s.a.w.) bacakan apabila seseorang bertanya kepada nya samada Nabi s.a.w. benar benar melihat Allah.Seterus nya Saidatinah Aishah Radiallahuanhu menyatakan jika ada sesiapa yang memberitahu kamu bahawa Nabi Muhamad s.a.w. pernah melihat Allah, itu adalah “DUSTA”.Saidatinah Aishah lah orang yang pertama yang bertanya Nabi Muhamad s.a.w. akan perkara yang sama sebaik saja Rasulullah pulang dari planet Muntaha.Hanya ini lah satu satu nya Hadis yang di kemukan oleh seseorang yang benar benar di percayai ia itu isteri Rasulullah sendiri, memandangkan Saidatinah Aishah merupakan orang yang terapat dengan Rasulullah! Harap maklum.

  16. jhosep berkata

    thanks you in the inform

  17. imin tegal berkata

    Peristiwa Isra’ mi’raj memberikan pemahaman bagi kita sebagai mahluk lemah yang tiada daya kekuatan sedikitpun ketika berhadapan dengan kekuasaan Allah SWT.
    hanya iman didalam diri kitalah sebagai tolak ukurnya.
    semoga kita selalu ingin memperbaiki tingkat keimanan kita ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 986 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: