Oleh: Masbahur Roziqi
Isra’ Mi’raj merupakan salah satu hari besar umat Islam di seluruh dunia. Hari besar ini diperingati untuk mengingat kembali perjalanan Rasulullah SAW dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa kemudian naik ke Sidratul Muntaha. Bila dijadikan beberapa fragmen, maka kata Isra’ Mi’raj ini dapat dibagi pada dua kata yaitu Isra’ dan Mi’raj. Isra’ berarti perjalanan Rasulullah dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa, sedangkan Mi’raj berarti perjalanan Rasulullah dari masjidil Aqsa naik ke tiap langit sampai Sidratul Muntaha. Segala sesuatu memiliki hubungan sebab akibat, dalam hal ini peristiwa Isra’ Mi’raj memiliki latar belakang tersendiri. Isra’ Mi’raj terjadi pada tahun kesedihan, sebuah masa ketika nabi SAW kehilangan dua orang yang menjadi pilar perjuangannya, orang yang dicintainya, dikasihi, sangat dihargai, bahkan melebihi rasa sayang pada diri beliau sendiri. Dua orang tersebut adalah Abu Thalib (paman Rasulullah SAW) dan Siti Khadijah (istri Rasulullah SAW), dua orang yang selalu mendukung dan membantu perjuangan Rasulullah SAW.








