PMII KOMFAKSYAHUM ][ Online

:: pmii – komisariat fakultas syariah dan hukum uin syarif hidayatullah jakarta – cabang ciputat ::

Arsip untuk ‘::> Politik’ Kategori

Merenda Benang Kusut KNPI (KNPI bagian 2)

Ditulis oleh PMII KOMFAKSYAHUM di/pada November 21, 2008

Oleh: Munawar Fuad

Komite Nasional Pemuda Indonesia, KNPI jadi dua. Kalo Naga Bonar Jadu Dua, seperti Film terbarunya, makin segar, lucu dan untung. Momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008 terlukai karena ada dua Kongres Pemuda. Sebelumnya pun ada Dua KNPI Pusat. Menuju solusi bersama telah diupayakan lewat Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) pada 23-25 Juli 2008, namun malah melahirkan konflik baru.

Berlanjut, sampai terlaksananya Kongres Ancol, konflik di tubuh KNPI makin seperti benang kusut. Dilanjutkan dengan Kongres Bali yang prosesnya juga melengkapi kekusutan dan hasilnya makin memperkeruh kerumitan. Benang kusutnya seperti benang sutra yang halus dan tak berujung. Kalau tak hati-hati dan serampangan penyelesaiannya, bisa putus dimana-mana.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam :: BARISAN ARTIKEL, ::> Politik | Leave a Comment »

KNPI Jadi Dua, Solusinya? (KNPI bagian 1)

Ditulis oleh PMII KOMFAKSYAHUM di/pada November 18, 2008

Oleh: Munawar Fuad*

Di tengah peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008, KNPI alias Komite Nasional Pemuda Indonesia, kok jadi dua ? KNPI terpecah dan terbelah. Pemuda Indonesia lagi berseteru. Sebaiknya KNPI dibubarkan saja. Atau, keduanya dileburkan, lalu Kongres KNPI kembali digelar dengan Kongres Luar Biasa. Setidaknya, itulah beberapa letupan keprihatinan, duka dan juga amarah dari kondisi obyektif adanya dua kongres dan dua kepengurusan DPP KNPI saat ini. Saya yang pernah ikut mengabdi di KNPI, turut berduka cita pula. Jika masalah ini tak terselesainya, di tengah kesempatan peluang bagi peran kebangsaan dan demokrasi yang terbuka lebar, maka KNPI akan kehilangan memontumnya mengisi perubahan negeri ini. Dengan segala keyakinan, artikel ini pun saya tulis untuk membuka wacana ke tengah publik, lalu berharap terbangun kesadaran bersama, bahwa pemuda memang menjadi sumber solusi, bukan sumber masalah. Pemuda akan mampu mengatasi masalah kebangsaan saat teruji juga mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam :: BARISAN ARTIKEL, ::> Politik | 1 Komentar »

Kepak Sayap NU

Ditulis oleh PMII KOMFAKSYAHUM di/pada Februari 4, 2008

Oleh: Moh. Samsul Arifin

Menarik batas. Begitulah yang dilakukan Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi saat berpidato di puncak peringatan Hari Lahir ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (3/2) yang dipadati puluhan ribu warga NU. Hasyim meminta nahdliyin untuk tidak terjebak tarik-menarik kepentingan politik, dalam kerangka pilkada atau pemilu. “Warga NU harus menjaga persatuan dan kesatuan dalam kerangka ukhuwah nahdliyah. Tidak boleh terbawa arus kepentingan politik. Jangan sampai warga nahdliyin dan ulama NU terpecah belah,” ujarnya.

Beralasan apabila Hasyim mengumandangkan seruan tersebut. Pasalnya, sebagai ormas keagamaan terbesar di Indonesia, NU selalu menjadi magnet bagi partai politik di Tanah Air. Di setiap momen politik elektoral, pilkada dan pemilu, warga NU selalu dilirik dan bahkan dipinang parpol, kandidat bupati, walikota, gubernur dan bahkan presiden/wakil presiden. Berkacalah pada pemilu presiden/wapres tahun 2004.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam :: BARISAN ARTIKEL, ::> Politik | 1 Komentar »

Adu Kuat Gus Dur dan Kiai NU

Ditulis oleh PMII KOMFAKSYAHUM di/pada Juli 5, 2007

Oleh: Rumadi

Konflik Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan kiai-kiai NU masih terus berlangsung. Konflik itu sendiri dipicu oleh rencana Gus Dur untuk mereposisi Saifullah Yusuf dari jabatan Sekjen PKB. Konflik itu terus berkembang dan mengkristal menjadi konflik Gus Dur dengan kiai NU. Penulis sendiri sebenarnya merasa agak berat menarik konflik PKB sebagai konflik Gus Dur dan kiai NU. Namun, pelan-pelan kita amati bahwa konflik tersebut telah merembet pada jantung kekuatan NU karena melibatkan kekuatan dan tokoh-tokoh yang menjadi “pemilik” NU.

Tidak seperti lazimnya, kehendak Gus Dur yang biasanya diamini (atau minimal dibiarkan) kiai-kiai NU, kini justru ditentang habis-habisan. Tidak tanggung-tanggung, kiai-kiai yang berseberangan dengan Gus Dur adalah tokoh-tokoh yang selama ini menjadi kekuatan inti Gus Dur.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam :: BARISAN ARTIKEL, ::> Politik | Leave a Comment »

PMII: Pancasila, Ideologi Jalan Tengah

Ditulis oleh PMII KOMFAKSYAHUM di/pada Mei 9, 2007

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi berbasis mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU), menilai Pancasila merupakan sebuah ideologi jalan tengah di antara persoalan maraknya radikalisme agama dan liberalisme pasar. “Pancasila, bagi kami (PMII), merupakan jalan tengah di tengah maraknya radikalisme agama dan liberalisme pasar. Kami yakin Pancasila akan mampu menjawab kebuntuan segala persoalan bangsa dan juga persoalan dunia,” kata Ketua Umum Pengurus Besar PMII Hery Haryanto Azumi di Jakarta, Rabu (7/6).

Alumnus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyatakan, Pancasila dianggap mampu mengatasi segala persoalan bangsa karena di dalamnya terdapat prinsip-prinsip ketuhanan, kerakyatan, keadilan serta persatuan dan kesatuan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam :: BARISAN ARTIKEL, ::> Politik | 2 Komentar »