Ditulis oleh PMII KOMFAKSYAHUM di/pada November 3, 2008

Munawar Fuad Noeh (Moon) working as a Writer, a Lecturer and a Consultant in Social Program, was born in Cibarusah, Bekasi, West Java, INDONESIA, on May 16 1970. He is currently registered as a student in the doctorate program ( registration number AHA060032 ) in literature and social studies at University Malaya, Malaysia. Previously, MF completed his graduate program at IAIN Jakarta ( 1998 ) in Islamic studies and State Governance. He currently works as a Public Relation Consultant and Coordinator of Lecturers at STIE Perbanas Jakarta ( 1996-present ); and formerly worked as a Lecturer at Universitas Islam 45 Bekasi ( 1995-1997 ). He currently works as the Director of GLOBAL PR, a PR company he established together with some PR experts ( 2002-present ). Global PR focuses on professional work and consulting services in the field of personal PR, Media PR, Political PR, Community Programs, Image Building, Crisis Management and Management of Corporate Social Responsibility.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam :: BIOGRAFI TOKOH | Leave a Comment »
Ditulis oleh PMII KOMFAKSYAHUM di/pada Juli 7, 2008
Negara-negara internasional telah mengakui bahwa sistem sertifikasi halal yang dimiliki oleh Lembaga Pengkajian Pangan obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI terbaik di dunia. Selain pelaku bisnis yang mengakui, para ulama internasional seperti Imam Besar di Sanghai-Cina sangat salut dengan sistem sertifikasi halal Indonesia. Maka dalam standarisasi produk halal, Cina merujuk pada Indonesia.
Direktur Eksekutif LPPOM-MUI, Ir. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS, Mec, PhD, menjelaskan, kualitas sertifikasi produk halal di Indonesia sangat berbeda dengan negara lainnya. Sertifikasi produk halal dikeluarkan oleh lembaga independen, kemudian di back up oleh ulama dengan adanya komisi fatwa MUI dan para auditor yang terdiri dari para profesor, dokter dan master dari berbagai universitas. Jadi, kami memang beda.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam :: BIOGRAFI TOKOH | Leave a Comment »
Ditulis oleh PMII KOMFAKSYAHUM di/pada April 20, 2008

Nama yang disandangnya tepat dengan jabatan yang diamanahkan di pundak-nya. Dialah KH Ma’ruf Amien, Ketua Dewan Syari’ah Nasional (DSN). Ma’ruf Amin artinya yang baik yang dipercaya, atau yang diberi pengetahuan yang dipercaya. Kendati tidak pernah mengenyam pendidikan master (S2) apalagi doktor (S3) di bidang fiqh, ilmu Ma’ruf Amin tak jauh beda dengan mereka yang begelar doktor.
Lantaran itu pula wajar saja jika pengasuh pondok pesantren Al-Nawawiyah, Banten ini diberi amanah sebagai Ketua DSN. Di samping itu ia juga menjadi Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rois Syuriah PBNU. Beberapa kedudukan itu sangat membutuhkan keulamaan, kefaqihan, dan keumaraan seseorang.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam :: BIOGRAFI TOKOH | 2 Komentar »
Ditulis oleh PMII KOMFAKSYAHUM di/pada Desember 19, 2007
Masdar F. Mas’udi lahir dari ibunda Hj. Hasanah, di dusun Jombor, Cipete, Cilongok, Purwokerto, tahun 1954. Ayahandanya, Mas’udi bin Abdurrahman, adalah seorang kyai masyarakat melalui kegiatan ta’lim dari kampung ke kampung. Sampai dengan kakeknya, Kyai Abdurrahman, Jombor dikenal dengan pesantren salafnya yang telah dirintis oleh moyangnya, Mbah Abdussomad yang makamnya sampai sekarang masih selalu diziarahi oleh masyarakat Islam Banyumas.
Tamat sekolah Dasar yang diselesaikannya selama 5 tahun, Masdar langsung dikirim ayahnya ke Pesantren salaf di Tegalrejo, Magelang, di bawah asuhan Mbah Kyai Khudlori. Tiga tahun di Tegalrejo, Masdar telah menamatkan dan menghafalkan Alfiyah Ibnu Aqil.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam :: BIOGRAFI TOKOH | 2 Komentar »
Ditulis oleh PMII KOMFAKSYAHUM di/pada September 9, 2007
Barus adalah sebuah kota kecil di pantai barat Sumatera, saat ini masuk wilayah Sumatera Utara. Kota kecil ini terkenal ke seluruh dunia sejak tahun 160 Masehi melalui tulisan Ptolemaus karena produk kapur barusnya yang terkenal itu. Bahkan Islam telah masuk wilayah ini sejak tahun 48 Hijriyah, seperti tertulis dalam makam Syekh Arkanuddin yang berada di tanah harum ini.
Temuan sejarah para ulama NU yang bertugas merawat makam tua itu sempat menggoncangkan teori sejarah masuknya Islam di Indonesia dalam seminar masuknya Islam pada tahun 1963. Banyak ulama besar berasal dari tempat ini, di antaranya yang paling menonjol adalah Hamzah Fansuri, yang terkenal dengan kitab tasawufnya. Di tanah Barus yang terkenal keharuman kapurnya serta keharuman para ulamanya itulah pada tahun 1909 KH Zainul Arifin dilahirkan.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam :: BIOGRAFI TOKOH | 3 Komentar »
Ditulis oleh PMII KOMFAKSYAHUM di/pada Juli 31, 2007
Suryadharma Ali terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP periode 2007-2012 dalam Muktamar VI Partai Persatuan Pembangunan, Sabtu 3 Februari 2007 di Jakarta. Kemenangan Suryadharma Ali yang menjabat Menteri Negara Koperasi dan UKM RI itu makin memastikan partai berlambang kabah itu tak akan menjadi oposisi pemerintah.
Suryadharma terpilih dengan meraih dukungan terbesar, 365 pemilih dari 1.165 muktamirin yang berhak bersuara. Mengungguli kandidat lainnya Arief Mudatsir Mandan (anggota DPR) yang meraih 325 suara, Achmad Dimyati Natakusumah (Bupati Pandeglang, Banten) dengan 219 suara, Endin AJ Soefihara (anggota DPR) dengan 185 suara, M Yunus Yosfiah (Sekretaris Umum DPP PPP) meraih 46 suara, Alimarwan Hanan (13 suara), Eggi Sudjana (5 suara), dan Hadimulyo tidak meraih suara sama sekali.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam :: BIOGRAFI TOKOH | 3 Komentar »
Ditulis oleh PMII KOMFAKSYAHUM di/pada Juni 24, 2007
Di awal kebangkitan orde baru, siapa yang tidak mengenal nama, Mohammad Zamroni. Nama mencuat sejak tahun 1965 hingga 15-20 tahun kemudian dalam kancah perpolitikan Indonesia. Namun, kemudian tiba-tiba tenggelam ditelan zaman karena memegang teguh idealisme, ia enggan larut dalam tuntutan pragmatisme politik. Dimana teman seangkatannya pada saat itu banyak menduduki posisi penting dalam kekuasaan, karena menjadi pendukung Golkar, sementara ia tetap di Partai NU dan kemudian bergabung bersama PPP, yang saat itu menjadi partai oposisi paling potensial dalam melakukan kontrol terhadap kekuasaan.
Dengan sikapnya yang konsisten itulah perjuanggannya tidak dihargai oleh rezim orde baru, berbeda dengan temannya yang menjadi penopang rezim tersebut. Mereka bisa menikmati kekuasaan, namun dengan menggadaikan idealisme mereka, dan bersedia menjadi aparat untuk merepresi rakyat, pembelenggu kebebasan.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam :: BIOGRAFI TOKOH | Leave a Comment »