IKAPMII

IKATAN KELUARGA ALUMNI PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (IKAPMII)

IKAPMII adalah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sebagai wadah berhimpunnya alumni PMII yang secara kultural dan historis kelahirannya mempunyai ikatan kuat dengan Nahdlatul Ulama (NU), IKA-PMII diharapkan terus meningkatkan perannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi terwujudnya Indonesia yang sejahtera, maju dan mandiri, demokrastis dan berkeadilan.

Wajah Baru Alumni PMII

Meski tidak semarak dan gegap gempita, Musyawarah Nasional (Munas) Forum Komunikasi dan Silaturrahmi Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (FOKSIKA PMII) di Jakarta (24/5/2008), telah melahirkan sejarah penting bagi arah perjalanan organisasi alumni PMII. Semua kader PMII tentu berharap, sejarah ini akan menjadi titik tolak bagi organisasi wadah alumni yang selama ini dianggap Wujudihi Ka Adamihi (adanya sama saja dengan tidak adanya).

Munas telah menyepakati nama FOKSIKA diubah menjadi Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKA PMII). Terlepas dari pertimbangan pemilihan kosa kata dan pencarian nama yang lebih pantas dan enak untuk didengar, perubahan nama wadah alumni menjadi IKA PMII bisa dimaknai sebagai manifestasi dari semangat baru, keinginan baru dan harapan baru untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dalam sebuah dinamika organisasi yang layak untuk terus menurus didorong. Anggaplah kondisi Wujudihi Ka Adamihi merupakan krisis bagi organisasi wadah alumni saat ini, maka sudah saatnya untuk direnungkan sebuah pepatah yang mengatakan the crisis is good way to change.

Momentum ini perlu segera direspon dan dijadikan sebagai tonggak sejarah baru bagi alumni dan kader yang masih aktif di organisasi PMII dimanapun berada. Agar spirit perubahan untuk menjadikan organisasi alumni PMII lebih baik dimasa-masa yang akan datang, tidak menguap dan hilang begitu saja ditelan bumi. Yang terpenting lagi, bagaimana gagasan dan semangat perubahan tersebut dapat direalisasikan dan dirasakan pengaruh positifnya bagi pengembangan organisasi PMII dan bagi para alumni pada khususnya.

Oasis Kader Alumni PMII

Kalau kita lihat dalam Kamus Bahasa Inggris, mempunyai dua arti; Pertama wadah dan Kedua sumber ketenangan. Kata oasis cukup mewakili untuk menggambarkan harapan dan cita-cita yang ingin diwujudkan dalam perubahan bagi wadah alumni PMII kedepan. Sebagai wadah, IKA PMII diharapkan benar-benar mewadahi seluruh potensi yang dimiliki oleh alumni PMII yang masih terserak diberbagai tempat dan berbagai penjuru.

Mewadahi bukan berarti harus menjadikannya sebagai pengurus dan bukan pula mewadahi potensi alumni PMII tersebut dalam satu tempat. Tetapi, lebih pada bagaimana potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh kader yang sudah menjadi alumni bisa diberdayakan dan dimanfaatkan bagi kemajuan organisasi dan kepentingan PMII secara umum. Ini berarti, mewadahi adalah mencipatakan wadah-wadah baru dan mengaktualisasikan kembali wadah-wadah yang sudah ada atau kalau perlu merebut wadah-wadah yang belum kita duduki. Yang perlu digaris bawahi, baik mengaktualialisasikan wadah, merebut wadah ataupun menciptakan wadah baru harus menghasilkan energi perubahan. Karena perubahan ini merupakan titik tolak untuk melakukan perbaikan. Sebagaimana teori atom, reaksi fusi (bersatunya atom) akan menghasilkan energi dan reaksi fisi (pemisahan atom) akan mengeluarkan energi. Energi itu adalah energi perubahan.

Dalam sambutannya sebagai Ketua IKA PMII saat penutupan Munas, Sahabat Arif Mudatsir Mandan memaparkan, bahwa sepuluh tahun yang lalu masih sulit dijumpai alumni PMII yang menjadi anggota DPR/DPRD dan pejabat pengambil kebijakan strategis lainnya. Paling banter saat itu, alumni PMII yang hanya menjadi dosen, itupun tidak menduduki posisi penting dijajaran Civitas Akademika. Kalaupun ada, masih terbatas di kampus-kampus Agama Islam seperti IAIN dan STAIN. Berbeda dengan kondisi sekarang, banyak dijumpai alumni PMII menjadi anggota DPR/DPRD, KPU/KPUD, pimpinan eksekutif mulai dari pusat sampai daerah, bahkan ada yang pernah menjadi Wakil Presiden.

Kondisi ini perlu disyukuri dan diberikan apresiasi yang layak untuk sebuah hasil dari proses pengkaderan dan perjuangan. Meskipun pertanyaannya adalah apakah mereka semua menduduki jabatan atau posisi tersebut karena PMII atau bukan. Namun yang terpenting, mereka pernah berproses di PMII dan itu berarti pernah mendapatkan sesuatu dari PMII. Entah itu kecewa, sakit hati, merasa disudutkan atau barangkali mendapatkan pengetahuan yang kemudian merasa bangga dengan PMII. Yang jelas, akumulasi dari proses interaksi yang pernah dilakoni selama aktif di PMII berkontribusi dalam membentuk diri dan kediriannya.

Ini adalah modal awal yang sudah dimiliki oleh IKA PMII, tinggal bagaimana menjadikan organisasi alumni PMII ini benar-benar menjadi oasis dalam pengertian wadah tadi. Apakah menggunakan pendekatan teori reaksi fusi, fisi atau kombinasi dari keduanya. Keadaan organisasi alumni PMII saat ini masih dihinggapi oleh banyak kendala yang perlu segera dipecahkan kalau mau menjadikan IKA PMII sebagai Oasis bagi Alumni. Pertama; Data tentang jumlah alumni berapa, Dimana saja, Profesinya apa dan lain sebagainya. Pendek kata, persoalan data alumni ini sangat mendesak kalau IKA PMII mau melakukan perubahan. Bagaimana mungkin organisasi ini akan bergerak dan membuat program kalau anggotanya saja dia tidak tahu. Kedua; Sistem komunikasi dan Jaringan yang efektif bagi alumni. Sampai saat ini, pola komunikasi para alumni PMII masih bersifat individual dan konvensional. Kondisi ini sama sekali sudah tidak bisa dipertahankan kembali dimasa yang akan datang. Namun sekali lagi, sistem komunikasi dan jaringan ini tidak dapat terbangun salah satunya karena tidak adanya data alumni tadi. Ketiga; Infrastrktur dan Suprastruktur organiasasi alumni yang belum terbangun sampai daerah-daerah. Inilah pra sayarat yang harus diselesaikan terlebih dahulu kalau mau melakukan perubahan di IKA PMII.

Kalau persoalan dasar ini sudah dapat diselesaikan, maka baru akan kita songsong perubahan untuk melihat dan menjadikan organisasi wadah alumni PMII benar-benar menjadi Oasis dalam arti yang kedua, yakni sebagai Sumber Ketenangan. Menjandi sumber ketenangan karena keberadaan IKA PMII tidak lagi Ka Adamihi, tetapi benar-benar dirasakan oleh kader dan alumni PMII diseluruh Indonesia. Pengkaderan di PMII sejatinya adalah pengkaderan seumur hidup (long live education), pada tingkat yang lebih mendalam sesungguhnya tidak ada kader dan alumni. Semua masih dalam proses pengakaderan untuk menuju tahapan yang menjadi tujuan PMII. Yaitu, terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

menu.jpg

: Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Cabang Ciputat :

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.066 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: