BEM UIN Jakarta Menebar Cinta untuk Indonesia

Jakarta (31/05) – Beribu mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (31/05/2007) berbondong-bondong datang ke Lapangan Parkir Student Center UIN Jakarta. Mereka menghadiri acara malam refleksi 9 tahun reformasi dan hari lahir Pancasila. Acara tersebut dimulai pukul 19.00 WIB dan berakhir pada pukul 24.00 WIB.

Acara yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu turut menghadirkan Menteri Pemuda dan Olah Raga (MENPORA) RI, Adiyaksa Dault, Sastro al-Ngatawi, dan para Tokoh Muda Indonesia untuk berorasi membincang Cinta untuk Indonesia.

Acara yang diketuai oleh Sahabat Lukman tersebut memang dimaksudkan untuk menebar cinta untuk Indonesia. Mengingat bahwa banyak pemuda Indonesia yang saat ini lupa akan cita-cita bangsa, yang telah tercantum dalam Pancasila.

Lanjutkan membaca BEM UIN Jakarta Menebar Cinta untuk Indonesia

Militer: Tembak Mati Saja

Oleh: Muhammad Budi Setiawan

Tindakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap warga sipil di Pasuruan, Rabu (30/05/2007) merupakan cara baru untuk menyelesaikan masalah di Negeri ini, meskipun terindikasi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

TNI sebagai otoritas bersenjata di Negeri ini, yang mempunyai tugas untuk mempertahankan kedaulatan Bangsa, baik dari serangan asing maupun dalam, justeru merasa terancam oleh warga sendiri yang semestinya mereka lindungi. Sengketa tanah yang memicu bentrokan adalah masalah yang telah lama tidak terselesaikan. Akan tetapi, masalah ini baru muncul, ketika Indonesia mempunyai masalah yang lebih pelik mengenai kasus aliran dana non-bujeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Republik Indonesia (RI).

Lanjutkan membaca Militer: Tembak Mati Saja

Salah Besar TNI Terlibat dalam Konflik Agraria

Siaran Pers PMII KOMFAKSYAHUM: 003/III/PK.FSH.XXXVIII/VI/2007

Kesekian kalinya konflik agraria yang melibatkan militer kembali memakan korban jiwa. Lima orang tewas dan tujuh warga lainnya terluka akibat tembakan dalam bentrokan antara ratusan warga dan belasan marinir di Alas Tlogo, Pasuaruan, Jawa Timur, kemarin (30/5). Aksi militer berdarah ini merupakan efek dari tidak diselesaikannya konflik agraria di masa lalu, tidak dijalankannya reforma agraria sebagai kewajiban HAM negara dan tertatihnya reformasi TNI. Ketiganya sekarang bertemu dalam konflik agraria dengan kekerasan bersenjata yang melibatkan TNI.

Pemantauan PBHI menunjukan peningkatan intensitas keterlibatan TNI dalam konflik agraria dengan kekerasan bersenjata, yang polanya berbentuk: Pertama. Latihan perang di tanah sengketa; Kedua. Terlibat dalam operasi gabungan melawan rakyat yang mempertahankan tanah; Ketiga. Sendirian mengusur dan merepresi rakyat secara langsung.

Lanjutkan membaca Salah Besar TNI Terlibat dalam Konflik Agraria