BEM UIN Jakarta Menebar Cinta untuk Indonesia

Jakarta (31/05) – Beribu mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (31/05/2007) berbondong-bondong datang ke Lapangan Parkir Student Center UIN Jakarta. Mereka menghadiri acara malam refleksi 9 tahun reformasi dan hari lahir Pancasila. Acara tersebut dimulai pukul 19.00 WIB dan berakhir pada pukul 24.00 WIB.

Acara yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu turut menghadirkan Menteri Pemuda dan Olah Raga (MENPORA) RI, Adiyaksa Dault, Sastro al-Ngatawi, dan para Tokoh Muda Indonesia untuk berorasi membincang Cinta untuk Indonesia.

Acara yang diketuai oleh Sahabat Lukman tersebut memang dimaksudkan untuk menebar cinta untuk Indonesia. Mengingat bahwa banyak pemuda Indonesia yang saat ini lupa akan cita-cita bangsa, yang telah tercantum dalam Pancasila.

Dalam mencapai cita-cita tersebut, Pancasila tidak pernah menyebut satu suku, agama, ras, atau adat tertentu, tetapi yang disebutkan adalah seluruh rakyat Indonesia. Hal ini yang melandasi kami bahwa komitmen kebangsaan untuk Indonesia harus ditumbuhkan melalui cinta, terang sahabat Lukman ketika redaksi kampus keadilan mewawancarainya.

Dalam orasinya, Adiyaksa Dault lebih banyak memaparkan peranan pemuda dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia. Diakhiri dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, Menteri yang satu ini mampu melantunkan dan memainkan gitar dengan baik. Disusul orasi dari Sastro al-Ngatawi yang lebih memaparkan makna cinta untuk Indonesia, ia memaparkan Indonesia bagaikan taman sari dengan bermacam-macam bunga di dalamnya, ada kamboja, melati, mawar, anggrek dan mungkin beribu-ribu spesies lain yang tidak mungkin satu-satu disebut. Menurut al-Ngatawi, dengan banyaknya spesies tersebut taman sari akan terasa lebih indah dan tidak akan membosankan, itulah Indonesia. Berbeda tetapi tetap satu dalam lingkaran Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, dalam cinta tidak ada aku atau kau, yang ada adalah kita. Satu terluka hatinya, satu lagi teriris batinnya, jelas al-Ngatawi.

Dengan dipandu oleh Mbah Surip dan LKIS band, malam refleksi tersebut serasa semakin memacu andrenalin mahasiswa untuk mengkampanyekan cinta untuk Indonesia. Melalui musik, Mbah Surip pun tak ketinggalan turut menyampaikan pesan-pesan sosialnya untuk Indonesia.

Acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan ini sempat bergoyang bersama dengan iringan lagu Kemesraan dan Bandung ciptaan musisi terkenal Iwan Fals dan Auval (mantan pengguna narkoba). Seakan tidak ada batas, semua bergabung dan bersatu untuk Indonesia. Hidup Mahasiswa, Hidup Mahasiswa, Hidup Mahasiswa adalah kata terakhir untuk penutupan yang diteriakkan oleh Mbah Surip. [budi]

3 thoughts on “BEM UIN Jakarta Menebar Cinta untuk Indonesia”

  1. salam kenal dari kami, komisariat Sunan Muria Universitas Muria Kudus. kami sangat seneng mengunjungi situs ini setelah tahu dari temen2 PMII Jogja yang juga memiliki situ juga. kami ingin banget bisa buat wb juga untuk komisariat. gimana ya caranya

  2. Assalamualaikum ……. Salam kenal dari kami, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Metro Lampung.”Tangan Terkepal dan maju kemuka” Wassalamualaikum

Komentar ditutup.