Kampanye Penguatan Ekonomi Bangsa dengan Ekonomi Syariah

Jakarta (05/06) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Studi (Prodi) Muamalat-Perbankan Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (04/06) sedang mengawali agenda besarnya dengan acara Seminar Nasional Ekonomi Bangsa. Acara yang bertajuk “One Week Exclusive with BEM Perbankan Syariah” tersebut mengangkat tema “Membangun Penguatan Ekonomi Bangsa Melalui Ekonomi Syariah”. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama seminggu penuh mulai hari Senin-Sabtu (04 s/d 09 Juni 2007), dan bertempat di Ruang Teater Lt. 2 Gd. Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dimulai pukul 08.30 s/d 13.30 WIB, acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan keynote speech yang disampaikan oleh Dekan FSH UIN Jakarta, Prof. Dr. H. M. Amin Suma, MM. Dengan tema “Membangun Ekonomi Bangsa dengan Ekonomi Islami”.

Hadir sebagai pembicara nasional, yaitu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asisten Deputi Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI), serta Bahrul Muhtashib, S.EI, M.Si, staf ahli Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), sebagai moderator.

Dalam isi seminar para pembicara menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi bangsa saat ini memang mengalami pertumbuhan yang cukup bagus, terutama sektor ekonomi yang berbasis syariah. Tentu pertumbuhan ekonomi tersebut harus didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Ke depan diharapkan alumni-alumni UIN Jakarta dapat berperan dalam pembangunan ekonomi tersebut. Karena pembangunan ekonomi bukan hanya melalui lembaga ekonomi, akan tetapi pembangunan sisi ruhiyyah dalam bidang ekonomi juga sama pentingnya.

Tantangan pembangunan ekonomi Indonesia ke depan terletak pada bagaimana respon masyarakat, terutama mahasiswa dalam memahami arah pembangunan. Saat ini, tidak diperlukan hanya sekedar teori, namun butuh aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat. Aksi tersebut dapat benbentuk forum-forum studi, marhalah-marhalah, lembaga-lembaga usaha dll. Pendiriannyapun dimaksudkan untuk memudahkan mengakses informasi mengenai ekonomi. Dengan begitu ekonomi Indonesia akan menjadi kokoh dan dapat bersaing diera globalisasi ekonomi, begitu penjelasan Asisten Deputi Perbankan Syariah BI.

Sama halnya dengan penjelasan pembicara pertama, pembicara kedua juga menjelaskan upaya pembangunan ekonomi bangsa yang tidak terlepas dari partisipasi seluruh lapisan masyarakat, akan tetapi Faisal Badroen menjelaskan dari sisi bisnis. Pembangunan ekonomi bangsa ke depan harus bersaing dengan ekonomi global. Oleh karena itu, mulai dari saat ini masyarakat Indonesia harus mulai belajar untuk hidup dengan lebih produktif. Mahasiswa dapat mendirikan pusat-pusat bisnis yang diperuntukkan pada masyarakat sekitar. Dengan begitu usaha dalam sektor riil tersebut tidak akan mati, sehingga tujuan pembangunan ekonomi bangsa akan mudah tercapai. Mahasiswa tidak hanya sebatas berwacana namun dari usaha tersebut juga dapat menyerap tenaga kerja, sehingga produktivitas ekonomi akan lebih stabil. Karena tujuan pembangunan ekonomi hanyalah membangun kesejahteraan. Apalagi jika proses pembangunan ekonomi tersebut diawali oleh mahasiswa UIN Jakarta, yang lebih banyak mengetahui etika bisnis Islam?, jelasnya sambil memberikan informasi kepada peserta delegasi.

Menurut Sahabat Sobach, peserta delegasi dari BEM Prodi Manajemen, FEIS UIN Jakarta menyatakan bahwa acara memang begitu mewah dan besar, pembicara yang dihadirkan pun adalah pembicara yang sangat kompeten dan memang sesuai dengan kapasitasnya.

Sahabat Asep Saiful Bahri, ketua panitia acara, ketika diwawancarai oleh redaksi Kampus Keadilan menambahkan bahwa agenda kegiatan ini memang dimaksudkan untuk membangun kembali semangat para mujahid ekonomi syariah, baik akademisi maupun praktisi, agar apa yang kita cita-citakan bahwa ekonomi syariah sebagai ekonomi alternatif dapat membumi di tanah Indonesia. Melalui aksi ini mudah-mudahan mahasiswa, yang diwakili oleh BEM Prodi Muamalat-Perbankan Syariah tidak hanya menang dalam wacana, namun dapat melakukan aksi-aksi nyata, dengan menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang semakin terjebak pada nilai-nilai kapitalisme, tuturnya.

Dalam agenda tersebut terdapat beberapa item kegiatan seperti Seminar Nasional Ekonomi Bangsa, Dialog Publik Seputar Baitul Maal wat Tamwil (BMT), Bedah Buku Ekonomi, dan Pelatihan Akuntansi Syariah. Semua sifatnya aplikatif, dan mudah-mudahan hal ini dapat menjawab tantangan pembangunan ekonomi yang semakin global.

Kegiatan yang disponsori oleh beberapa instansi seperti, Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), Badan (BAMUIS), Bank Syariah Mandiri (BSM), Majalah Ekonomi Syariah, Law Study Forum (LSF), Central Studies of Islamic Economics (CeSIE), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta (PMII KOMFAKSYAHUM) tersebut juga telah mengundang BEM/Senat/HIMA se-JABODETABEK. [budi]

One thought on “Kampanye Penguatan Ekonomi Bangsa dengan Ekonomi Syariah”

Komentar ditutup.