PMII Bojonegoro Tolak Kekerasan Militer

Bojonegoro (04/06) – Dengan membawa dua sepeda, lima Mahasiswa Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cab. Bojonegoro, Jatim, Senin, mengelar aksi unjuk rasa menolak kekerasan yang dilakukan militer.

Koordinator aksi unjuk rasa, Mochsin, di dalam orasinya menegaskan, PMII Cab. Bojonegoro mengutuk kekerasan yang terjadi dalam insiden di Desa Alastlogo Kec. Lekok Kab. Pasuruan pada 30 Mei yang mengakibatkan empat korban tewas. Menurutnya, apapun alasannya tidak seharusnya peristiwa sengketa tersebut diselesaikan dengan cara militer. “Yang terjadi seakan-akan para militer yang hidup dari uang rakyat/APBN merasa berkuasa dan merampas HAM,” katanya.

Dengan kejadian peristiwa di Alastlogo itu, PMII di Bojonegoro menuntut penghentian kekerasan militer terhadap warga sipil, penegakkan supremasi hukum, penegakkan HAM dan selamatkan TNI dari kepentingan kapitalisme.

Di gedung DPRD, kelima mahasiswa pelaku unjuk rasa tersebut hanya membagi-bagikan selebaran yang berisi tuntutan mereka dan setelah melakukan orasi melanjutkan perjalanan tanpa pengawalan petugas. (ant/drt)

Iklan

One thought on “PMII Bojonegoro Tolak Kekerasan Militer”

Komentar ditutup.