Buruh Migran Perempuan; Pahlawan, Korban dan Memprihatinkan

Hari selasa-kamis, tanggal 22 s.d. 24 Mei 2007 telah terselenggara pertemuan 25 organisasi nasional (salah satunya PB KOPRI) yang tergabung dalam GPPBM (gerakan Perempuan untuk perlindungan Buruh Migran) dalam rangka Dialog Publik yang mengangkat tema ‘Pendidikan berperspektif HAM dan Keadilan gender untuk Perlindungan Buruh Migran” dan musyawarah anggota dengan agenda laporan Pertanggungjawaban presidium dan pengurus GPPBM 2005-2007 serta pemilihan Presidium GPPBM periode 2007-2010.

Dalam pertemuan tersebut mengemuka pentingnya lembaga keagamaan baik ormas, LSm, organisasi Mahasiswa, pesantren dan kelompok masyarakat yang bergerak dalam sector keagaaman lainnya untuk mengambil bagian pendidikan masyarakat yang memiliki perspektif tersebut diatas dalam menjalankan aktivitas dan turut melakukan advokasi serta monitoring terhadap meningkatnya buruhnya migrant Indonesia ke Negara-negara lain (terutama Timur tengah, Malaysia, singapura, dan Hongkong).

Hal ini jelas menjadi kebutuhan masyarakat kita serta menjadi kebutuhan bagi pengawasan lembaga dalam mengadvokasi pengiriman, penempatan dan pemulangan buruh migrant dalam setiap lembaga pengelola TKI terutama TKW. Hal itu disampaikan oleh Kyai hhusen Muhammad sebagai tokoh agama dan komisioner Kopmnas Perempuan yang baru.

Mengapa Buruh Migran Perempuan?

Meningkatnya praktek kekerasan, komersialisasi, eksploitasi berupa sek dan trafiking, sampai pada pembunuhan dan hukuman mati merupakan potret suram TKI Indonesia dari waktu ke waktu terutama buruh migrant perempuan. Ia bukan hanya melonjak terus, tetapi sudah mendarah daging dimasyarakat kita yang notabene berada di bawah garis kemiskinan. Hal ini membawa perhatian khususs bagi konsorsium ini untuk menjadikan persoalan buruh migrant perempuan menjadi focus gerakan dengan membuat kelompok-kelompok kerja yang bertujuan mengadvokasi buruknya realitas buruh migrant perempuan

PB KOPRI sebagai manifestasi gerakan perempuan di dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indinesia (PMII) telah 2 tahun menjadi salah satu anggota GPPBM dengan beberapa real actions berupa pendiidkan public, advokasi kebijakan yakni turut merevisi MOU ketenaga kerjaan Malaysia-Indonesia, menyiapkan pelayanan kerja sama dengan RS Polri bagi Korban TKW , dll. Ini merupakan sumbangan kecil yang belum seberapa jika dibandingkan dengan besarnya problematika buruh migrant yang sudah menjadi pahlawan devisa bagi peningkatan pendapatan Negara ini

Dalam MUsyawarah Anggota tersebut, PB KOPRI terpilih (melalui ketua Umum Ai Maryati Shalihah) menjadi salah satu PRESIDIUM dari 5 presidium lainnya dari unsure kemahasiswaan untuk menjalankan amanat GPPBM 2007-2010.

Hal ini jelas memberi warna baru bagi gerakan mahasiswa dalam ambil bagian di masyarakat. Karena selain hal itu juga menjadi mandate mahasiswa pada umumnya, persolan buruh migrant juga menjadi masalah kaum mustadafin pada khususnya mereka adalah orang Islam yang selalu terpinggirkan dan tidak bisa menikmati hasil-hasil pembangunan.

Mari berjuang, bagi mereka kaum dhuafa dan pahlawan!

One thought on “Buruh Migran Perempuan; Pahlawan, Korban dan Memprihatinkan”

  1. Ass. Mengharap kehadiran segenap elemen mahasiswa, pemuda dan civil society dalam Diskusi : “MENGGAGAS SISTEM POLITIK YANG DEMOKRATIS DAN STABIL (KAJIAN ILMIAH ATAS PAKET RUU BIDANG POLITIK).
    Tempat : Aula Mahbub Djunaedi, Sekretariat Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Jl. Salemba Tengah No 57A Jakarta Pusat.
    Waktu : Hari Jum’at, 13 Juli 2007 Pkl. 18.30 WIB – Selesai.

    SUSUNAN ACARA
    1. Pkl. 18.30 – 19.00 WIB Pendaftaran Peserta
    2. Pkl. 19.00 – 19.10 WIB Pembukaan
    3. Pkl. 19.10 – 19.20 WIB Sambutan oleh Ketua Panitia dan Ketua Umum PB PMII
    4. Pkl. 19.20 – 20.30 WIB Pemaparan pembicara :
    a. Drs. H. Saifullah Ma’shum (Anggota DPR RI FKB, Ketua Pansus RUU Penyelenggara Pemilu)
    b. Drs. H. A. Mudjib Rochmat (Anggota DPR RI FPG, Pansus RUU Politik DPR RI).
    c. Samuel Koto (DPP Partai HANURA,NSEAS Institute)
    d. Wahidah Suaib (Partnership for Governance Reform)
    5. Pkl. 20.30 – 21.30 WIB Diskusi dan Tanya Jawab
    6. Pkl. 21.30 – 21.40 WIB Penutup

    Cp. Dwi Saputro Hp. 081318779273. Adius Zaelani HP. 081584045060

Komentar ditutup.