Tahun Akademik 2007/2008 FSH-UIN Jakarta Buka Konsentrasi Baru

Jakarta (12/06) – Beberapa pekan lalu, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar workshop yang membicarakan seputar rencana pembukaan konsentrasi baru pada fakultas tersebut. Konsentrasi ini adalah Konsentrasi Manajemen Zakat dan Wakaf. Lembaga baru ini sedianya akan memenuhi tuntutan masyarakat seputar kebutuhan terhadap tenaga-tenaga ahli pengelola Zakat Infaq, Sadaqah, dan Wakaf (ZISWAF).

Bagaimana kesiapan FSH dengan pembukaan itu, apa latar belakang pembukaan itu. Untuk mengetahui itu, Endah Salsabila dari UINJKT Online berkesempatan mewawancarai Dekan FSH Prof Dr Muhammad Amin Suma. Berikut petikannya:

Bisa Anda jelaskan latar belakang pembukaan Konsentrasi Manajemen Zakat dan Wakaf itu?

Latar belakangnya: pertama, dari sisi penduduk, Indonesia merupakan negara mayoritas beragama Islam; kedua, amanat UUD 1945 yang ingin mensejahterakan bangsa Indonesia dan peraturan perundang-undangan lainnya terutama UU No.38/1998 tentang pengelolaan zakat; ketiga, baik zakat maupun wakaf adalah sumber ekonomi umat yang harus digalakan; keempat, adanya kebutuhan lembaga-lembaga dalam bidang zakat dan wakaf.

Latar belakang lainnya?

kelima, kebutuhan Muslim terhadap lembaga-lembaga zakat dan wakaf; keenam, karena tuntutan ekonomi, zakat dan wakaf adalah satu-satunya ekonomi yang berkeadilan dan berpemerataan; ketujuh, adanya kebutuhan mahasiswa untuk mempunyai pilihan agar tidak terkonsentrasi pada lembaga-lembaga ekonomi tertentu saja.

Bagaimana respon rektorat terhadap rencana pembukaan itu?

Saat kami mengajukan rencana itu ke anggota senat mereka menyambut baik juga ketika kami menyurati rektor, pihaknya merespon positif. Hal itu terbukti dalam sebuah rapat yang dihadiri dekanat UIN Jakarta. Mereka semua menerima. Sambutan baik itu, kami wujudkan dalam menindaklanjuti dengan diadakannya workshop, seminar, dan hearing pendapat dengan mahasiswa FSH dari berbagai semester.

Apa yang menjadi landasan normatif pembukaan konsentrasi itu?

Pembukaan konsentrasi berada dalam kekuasaan dekan, karena kami yang mempunyai inisiatif. Keputusan itu kemudian diperkuat oleh surat pengesahan Rektor UIN Jakarta. Secara etika, moral, dan administratif kelembagaan menjadi kewenangan fakultas.

Bagaimana prospek konsentrasi itu?

Prospek konsentrasi itu menurut barometer yang sedang berkembang tidak kalah dengan prospek lembaga yang lain. Kondisi itu didukung oleh menjamurnya bank-bank syariah dewasa ini serta tumbuhnya lembaga-lembaga ZISWAF.

Sejauhmana kesiapan SDM dan finansialnya?

Saya kira dari SDM sangat memadai. Rata-rata dosen FSH secara keilmuan zakat dan wakaf memadai, bahkan sudah ada Doktor bidang ZISWAF di FSH, mungkin tinggal manajemennya. Untuk itu kami akan kerjasama. Dari pendanaan, Insya Allah tidak ada problem. Artinya perangkat-perangkat lunak yang sudah tersedia untuk perbankan dan asuransi bisa dipergunakan untuk konsentrasi ini. Kami sudah menambah komputer yang dibutuhkan dalam pengelolaan ZISWAF.

Kapan realisasi rencana pembukaan konsentrasi itu?

Insya Allah tahun akademik 2007/2008. Kami tengah mempersiapkan kurikulum.

Apa harapan Anda dengan pembukaan konsentrasi itu?

Harapan kami, seperti pada program-program studi di FSH lainnya, dapat maju, meningkat, dan berkualitas sesuai moto UIN Jakarta. Kemajuan perguruan tinggi terletak pada kemajuan fakultasnya.

Sebelum rencana pembukaan konsentrasi baru, FSH telah membuka jurusan Perbandingan Madzhab Hukum Khusus (PMHK), tapi ternyata jurusan itu hingga kini tidak ada peminatnya. Apa yang Anda akan lakukan dengan konsentrasi baru ini agar tidak terjadi seperti PMHK?

Perlu diketahui PMHK sudah tiga tahun tidak ada peminatnya karena sebelumnya mahasiswa yang kuliah di jurusan itu disediakan beasiswa oleh Depag, tapi kemudian beasiswa itu dicabut. Kondisi ini menyebabkan enggannya mahasiswa memilih jurusan ini. Untuk konsentrasi manajemen ini kemungkinan besar tidak akan terjadi, karena sudah ada hitam di atas putih, dan yang paling penting memajukan lembaga baru ini adalah kewajiban bersama. (Mus/ed)

Sumber: http://www.uinjkt.ac.id