PMII Prihatin Konflik Palestina

Jakarta (21/06) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) prihatin melihat konflik antar faksi di Palestina, antara Hamas dan Fatah. Jika konflik tersebut berkelanjutan, organisasi berbasis mahasiswa NU itu khawatir akan jatuh lebih banyak korban dan rakyat Palestina yang semakin menderita.

“Tentang kasus Palestina PMII menolak skenario solusi”dua Negara” untuk Palestina. PB PMII prihatin atas perpecahan yang terjadi di kalangan Otoritas Palestina antara Hamas dan fatah,” ungkap Ketua Umum PB PMII, Hery Haryanto Azumi kepada PMII Online di Jakarta, Rabu (20/6).

Hery, demikian ia akrab disapa, mengatakan, konflik antara Hamas dan Fatah semakin menjauhkan Pelestina dari kemerdekaan yang dicita-citakan selama ini.“Sangat disayangkan, mengapa tidak ada kesatuan sikap Palestina dalam memperjuangkan kadaulatan negaranya,” tuturnya.

Karena itu, lanjut Hery, kedua belah pihak yang sedang bertikai harus segera sadar, bahwa sebenarnya mereka sedang diadu oleh pihak-pihak yang punya kepentingan di Palestina dan kawasan Timur Tengah secara umum. ”Palestina akan menjadi ajang “Proxy War” baru jika pera pemimpin Palestina tidak segera mencari titik temu untuk menyelesaikan maslah,” jelasnya.

PB PMII mengingatkan, bahwa saat ini ada skenario untuk memecah palestina menjadi dua yaitu Tepi Barat (West Bank) dan Jalur Gaza ( Gaza Strip). Pembagian Palestina menjadi dua akan memperlemah perjuangan rakyat Palestina. Hal ini, katanya, akan dimanfaatkan para aktor global untuk masuk dan memperkuat kelompok masing–masing yang didukung. Karena itu, solusi “dua Negara” untuk Palestina harus ditolak.

“Yang harus dilakukan adalah dialog tanpa henti untuk menghindari perpecahan. PMII memprediksi, jika perpecahan berlanjut, Jalur Gaza akan menjadi lahan subur bagi para teroris untuk melatih diri dan membangun pangkalannya. Dalam jangka panjang ini adalah bahan bakar instabilitas di kawasan Timur tengah,” pungkasnya. (AH Hasan)

Sumber: http://www.pmii.or.id