Ketegangan Menyelimuti Penghitungan Suara PEMIRA UIN Jakarta

Jakarta (12/09) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pagi tadi baru mengetahui hasil Pemira Kampus dari masing-masing fakultas, kecuali Fakultas Ilmu Tarbiayah dan Keguruan (FITK). Dari sepuluh fakultas yang ada di UIN Jakarta (Reguler dan Non Reguler, hanya FITK yang belum diketahui pemenangnya. Mengingat FITK adalah penentu kemenangan masing-masing Parpol di tingkat Universitas, maka seluruh kepentingan Parpol tumpleg-bleg di fakultas ini. Sehingga proses lobbying antar Parpol untuk penetapan penghitungan cukup banyak menyita waktu.

Dari hasil penelusuran Tim Redaksi PMII KOMFAKSYAHUM Online, perolehan suara pada sembilan fakultas yang telah diketahui pemenangnya, masing-masing partai masih mengalami perimbangan perolehan suara. Prediksi ini disesuaikan dengan perolehan suara masing-masing partai pada 9 fakultas yang telah dihitung.

Sampai saat ini dari masing-masing Parpol hanya ada selisih 50-200 suara. Hal inilah yang membuat peta politik semakin menegang. Semua Parpol baru meraba-raba kemungkinan jumlah suara yang akan diperoleh dari FITK. Parpol-parpol tersebut tidak mau ambil risiko yang terlalu berbahaya, jika mereka belum mendapatkan kepastian angka selisih di fakultas ini.

Nuansa penghitungan suara di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga berbeda-beda. Di Fakultas Ushuluddin dan Filasafat (FUF) misalnya, terjadi ketegangan antar massa pendukung Parpol. Namun ketegangan ini sedikit aneh, karena ketegangan tersebut justeru terjadi pada partai yang sepakat berkoalisi, yaitu Partai Persatuan Mahasiswa (PPM) dan Partai Intelektual Muslim (PIM). PPM merasa dihianati oleh PIM lantaran PIM ternyata tidak mendukung calon dari PPM.

Berbeda halnya, dengan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), di TPS ini, massa PPM dengan semangat selalu meneriakkan kemenangan dan shalawat. Seraya sesekali melantunkan lagu penyemangat “Syariah dan Hukun biru lagi…2X. Kasian dech lo…2X)”. Orasi kemenangan PPM pun dilakukan hingga siang tadi. Hal ini dilakukan sebagai ungkapan terima kasih Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPM FSH atas kepercayaan mahasiswa FSH terhadap PPM serta kader PPM yang telah diusung pada Pemira kali ini. DPW PPM FSH juga berharap kepada para mahasiswa untuk menjadikan BEM FSH sebagai patner kerja, ruang penyampaian aspirasi, dan penengah bagi para mahasiswa.

Begitu tegangnya penghitungan suara, sehingga membuat semua merasa lelah. Meski demikian, hasil yang seutuhnya dari Pemira Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta belum menunjukkan hasil yang pasti. PPM, PARMA, PIM, PARTAI BOENGA, PARTAI PROGRESSIVE atau Golput, tinggal menunggu hasilnya. (aang)