Menyambut Ramadhan dengan Gerakan Intelektual dan Sosial

Jakarta (30/09) – Bulan Ramadhan adalah ruang untuk melakukan refleksi, introspeksi (muhasabah al-nafs), dan evaluasi diri atas segala tingkah pola dalam setahun terakhir. Dan semoga umat ini juga ditunjukkan jalan yang benar, yaitu jalan dimana para pejuang kebenaran diberikan kejayaan atas orang-orang pembuat kerusakan.

Sebagai bahan refleksi dan perenungan, kita mesti harus berani bertanya pada diri sendiri, apakah selama sebelas bulan sebelumnya, kita telah tampil menjadi manusia yang takwa. Atau malah melacur menjadi ‘manusia binatang’ yang menodai eksistensi dirinya sebagai hamba (‘abid) dan sebagai representasi Tuhan (khalifah) di bumi?

Dasar itulah yang kemudian menjadi latar belakang Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta (KOMFAKSYAHUM) Cabang Ciputat dalam melaksanakan program Gerakan Mahasiswa Peduli Ramadhan (Gema Ramadhan 1428 H) kali ini.

Pada Bulan Suci ini, PK PMII KOMFAKSYAHUM mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap dapat memetik hikmah bulan Ramadhan. Bukan hanya pada bulan ini kita sebagai umat Islam mempunyai jiwa penghambaan kepada Tuhan (baik individu maupun sosial), akan tetapi pada sebelas bulan berikutnya, menjadi sebuah kewajiban untuk tetap konsisten dalam menjalankan semangat Ramadhan, begitulah tutur Ketua Panitia Gema Ramadhan 1428 H, Sahabat Lilis Darojah, dalam sambutan penutupan acara.

Semangat puasa, tidak hanya berarti menahan diri bagi pemenuhan keinginan-keinginan biologis semata, melainkan juga merupakan latihan terbaik melatih kesabaran, bersikap jujur pada diri sendiri, dan memupuk solidaritas kemanusiaan yang universal. Dari konsep yang maha mulia inilah program ini kami upayakan dengan sekuat tenaga untuk dapat terlaksana semaksimal mungkin, tambah Sekretaris Umum PMII KOMFAKSYAHUM, Sahabat Aang, yang kali ini menjadi Penanggungjawab kegiatan mewakili Ketua Umum yang sedang sakit.

Ia juga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada para donatur kegiatan, yang sekiranya masih peduli dengan keadaan masyarakat Indonesia. Serta para pendukung kegiatan, Divisi Amil Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS), Central Studies of Islamic Economics (CeSIE) yang memfasilitasi untuk menggalang dana ZIS. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Law Study Forum (LSF) bersama Divisi Pendidikan CeSIE yang telah mendukung terlaksananya Tadarrus Ilmiah. Tak lupa pula ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Pengurus Yayasan Mushalla Nurul Jihad, yang siap bekerjasama untuk melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan bersama anak yatim piatu.

Dan akhirnya, kami sangat berharap, mudah-mudahan bulan Ramadhan kali ini dapat melatih kita untuk menjadi orang yang berdisiplin, tunduk pada hukum, empati kepada orang lain, istiqamah, menerapkan pola hidup selektif, yang terus berlanjut secara sinambung pada bulan-bulan berikutnya, tambahnya.

Program yang dimulai pada tanggal 20 – 30 September 2007 tersebut meliputi banyak kegiatan, diantaranya Tadarrus Ilmiah (Kuliah Informal Pemikiran Islam Bidang Hukum dan Ekonomi), Dialog Interaktif dan Buka Puasa Bersama Kader PMII KOMFAKSYAHUM, Khatm al-Quran, Pesantren Ramadhan Yatim Piatu, dan Bakti Sosial (Penyaluran dana ZIS). Karena program ini lebih banyak bergerak pada wilayah pengembangan intelektual dan aksi sosial, maka panitia juga mengambil tema “Menyambut Ramadhan dengan Gerakan Intelektual dan Sosial”.

Alhamdulillah acara telah selesai, dan berjalan dengan baik, meskipun pada Tadarrus Ilmiah ada beberapa pembicara yang sedianya hadir, namun karena keperluan mendadak tidak bisa hadir, serta kurang massifnya penggalangan dana. Namun secara keseluruhan program ini telah berjalan cukup bagus, dan hasilnya cukup dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat secara umum dan kader PMII atau mahasiswa khususnya. Oleh karena itu, kami ucapkan, Selamat dan Sukses kepada Panitia Pelaksana yang turut aktif dan peduli terhadap keadaan umat dan bangsa.

Penutupan program yang dilaksanakan pada pukul 17.30 WIB itu ditutup langsung oleh Pengurus Yayasan Nurul Jihad dengan pembacaan doa dan diakhiri dengan pembagian Santunan kepada 45 Yatim-Piatu peserta Pesantren Ramadhan, serta 20 mustahiq dari 8 Ashnaf yang terdaftar untuk menerima zakat. (adib)