Keluarga dan Kecerdasan Emosional

Oleh: Nurul Huda Haem

Dari banyak klien yang sharing ke saya, saya mendapati banyak ungkapan hati mereka. Di antara yang paling sering adalah:

“Masalah yang saya hadapi sudah terlalu berat, sulit ditemukan solusinya!”
“Ini sudah akut, rasanya tidak ada jalan lain kecuali cerai”
“Tidak mungkin perkawinan ini dapat dipertahankan!”
“Kalau begini terus, bagaimana bisa sakinah pak?”
“Mungkin ini sudah nasib saya pak punya keluarga yang broken”
“Cape! saya sudah terlalu lelah menghadapi semua ini”

Lanjutkan membaca Keluarga dan Kecerdasan Emosional

Iklan

Peradilan Korupsi, Kepribadian Bangsa, dan Masa Depan Indonesia

Oleh: Frans Hendra Winarta

Belum lama ini Indonesia baru saja kehilangan seorang putra terbaiknya, Jenderal (Purn) Pol. Hoegeng Iman Santoso, seorang mantan Kapolri yang seumur hidupnya telah memberikan teladan betapa kejujuran selalu ia pegang teguh, setinggi apapun ia berada dalam suatu jabatan negara. Tanpa bermaksud mengkultuskan pribadi Pak Hoegeng, kondisi mental dan moral bangsa Indonesia saat ini berada dalam titik yang menyedihkan.

Korupsi telah menjadi “the way of life” bangsa Indonesia, merasuk hingga ke segala aspek kehidupan bangsa tidak hanya dalam birokrasi tetapi sampai pada perilaku kehidupan sehari-hari. Jika berbicara mengenai pemberantasan korupsi di Indonesia, rasanya bagaikan menggapai awan, karena setiap usaha yang telah dilakukan berakhir percuma atau paling hanya bertahan seumur jagung.

Lanjutkan membaca Peradilan Korupsi, Kepribadian Bangsa, dan Masa Depan Indonesia

Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan Meningkat

Jakarta (29/10) – Ironisnya, laporan dari perusahaan efek dinilai masih minim dan kurang inisiatif. Menjelang pertemuan penilaian atas kepatuhan Indonesia atas rekomendasi FATF (mutual evaluation), sebuah fakta penting diungkapkan Yunus Husein. Menurut Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) itu, jumlah laporan transaksi keuangan mencurigakan mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Jika pada 2004, jumlah Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LKTM) berjumlah 838, dua tahun kemudian laporannya naik menjadi 3.482. Bahkan pada tahun ini (data per 30 September 2007), laporan yang masuk sudah mencapai 4.554. Dari sisi pengelola jasa keuangan yang melaporkan pun terus bertambah. Pada 2004, pengelola jasa keuangan yang melapor baru 71 unit, tahun ini sudah mencapai 188 unit.

Lanjutkan membaca Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan Meningkat

Warganegara dan Kewarganegaraan

Oleh: Jimly Asshiddiqie

Salah satu persyaratan diterimanya status sebuah negara adalah adanya unsur warganegara yang diatur menurut ketentuan hukum tertentu, sehingga warga negara yang bersangkutan dapat dibedakan dari warga dari negara lain. Pengaturan mengenai kewarganegaraan ini biasanya ditentukan berdasarkan salah satu dari dua prinsip, yaitu prinsip ‘ius soli’ atau prinsip ‘ius sanguinis’.

Yang dimaksud dengan ‘ius soli’ adalah prinsip yang mendasarkan diri pada pengertian hukum mengenai tanah kelahiran, sedangkan ‘ius sanguinis’ mendasarkan diri pada prinsip hubungan darah. Berdasarkan prinsip ‘ius soli’, seseorang yang dilahirkan di dalam wilayah hukum suatu negara, secara hukum dianggap memiliki status kewarganegaraan dari negara tempat kelahirannya itu.

Lanjutkan membaca Warganegara dan Kewarganegaraan

Tak Ada Tenggat Pengajuan Grasi oleh Terpidana Mati

Jakarta (27/10) – Tenggat pengajuan grasi secara hukum tak ada ketentuannya. Namun, karena butuh penegasan, Jaksa Agung Hendarman Supandji memberi tenggat pengajuan grasi selama satu bulan setelah salinan putusan diterima oleh Amrozi cs. Sikap Amrozi cs dan pengacaranya yang belum jelas akan mengajukan grasi atau tidak tampaknya membingungkan Kejaksaan, sang eksekutor. Karenanya, Jaksa Agung Hendarman Supandji akan memberikan tenggat satu bulan kepada Amrozi CS untuk mengambil sikap. “Deadline satu bulan itu berlaku setelah semua syarat, salinan putusan diterima terpidana, terpenuhi,” jelas Hendarman.

Tenggat yang diberikan Hendarman ini sempat dikritik oleh anggota Tim Pembela Muslim, Qadhar Faisal. Sebagai mana diberitakan media, ia mempertanyakan dasar hukum tenggat itu. “Dalam undang-undangnya kan tidak bisa disebutkan batas waktu pengajuan grasi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Lanjutkan membaca Tak Ada Tenggat Pengajuan Grasi oleh Terpidana Mati

Belajar Islam Bersama Gus Dur

Peresensi: Hendri Anak Rahman
Judul Buku:
Islamku Islam Anda Islam Kita Agama Masyarakat Negara Demokrasi
Penulis: Abdurrahman Wahid
Penerbit: The WAHID Institute

Ada empat tokoh simbolik yang bisa dijadikan rujukan jika ingin melihat peta pemikiran Islam di Indonesia. Mereka adalah Nurcholis Madjid yang juga dikenal dengan nama Cak Nur, (almarhum) mewakili pemikiran liberal. Amien Rais bercorak modernis dengan akar Muhammadiyah. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan pemikiran tradisional yang dijewantahkan oleh Nahdatul Ulama (NU) dan Jalaluddin Rahkmat atau dipanggil Kang Jalal dengan pemikiran sufi-nya.

Lanjutkan membaca Belajar Islam Bersama Gus Dur

Perbankan Diminta Kembangkan Pembiayaan Lewat Koperasi

Jakarta (26/10) – Kementerian Negara Koperasi dan UKM meminta pihak perbankan yang terlibat dalam program penjaminan kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengembangkan jaringan pembiayaan melalui koperasi simpan pinjam yang telah ada di pedesaan dan kecamatan. “Pelayanan ini haruslah menyentuh masyarakat di pedesaan karena di sana justru letaknya kantong-kantong kemiskinan,” kata Menteri Negara Koperasi dan UKM, Suryadharma Ali, di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, selama ini sebagian besar perbankan belum memiliki pelayanan yang optimal untuk UMKM atau masyarakat pedesaan. Padahal pihaknya sudah mendorong perkembangan setidaknya sebanyak 4.000 koperasi simpan pinjam tingkat kecamatan di seluruh Indonesia.

Lanjutkan membaca Perbankan Diminta Kembangkan Pembiayaan Lewat Koperasi