Lagu Rasa Sayange Diklaim Malaysia, DPRD Maluku Mengadu ke Mahkamah Internasional

Jakarta (04/10) – Pemerintah Malaysia mengklaim bahwa lagu Rasa Sayange adalah miliknya. Bahkan, Malaysia telah menjadikan lagu asli Indonesia itu sebagai ikon pariwisata negeranya. Menanggapi hal itu, DPRD Maluku siap mengadukan Malaysia ke Mahkamah Internasional terkait penggunaan lagu rakyat asal Maluku Rasa Sayange yang dipakai sebagai jingle iklan promosi pariwisata.

“Kalau teman-teman di dewan setuju, kita akan adukan persoalan ini ke mahkamah internasional,” kata Ketua DPRD Maluku, Richard Louhenapessy sebagai dikutip detik com usai berbuka puasa bersama di kompleks Pasar Ikan Higienis Tantui, Ambon, Rabu (3/10).

Menurut Richard, lagu Rasa Sayange adalah asli produk Maluku. Hanya saja, dia mengakui, ketika lagu tersebut diciptakan, tidak disertai nama penciptanya alias No Name (NN). “Penghargaan terhadap hak cipta kita kurang,” tegasnya.

Richard mengatakan, DPRD Maluku akan segera mengagendakan untuk membicarakan masalah ini. Richard menuturkan lagu Rasa Sayange memiliki judul asli Sayang Kanee, yang berarti paling sayang anda, yang asli milik Maluku. Lagu itu ternyata juga digunakan Cina untuk mengantar para turis di Cina.”Saya pernah ke Cina. Lagu Sayang Kanee digunakan di Cina sebagai lagu pengantar para turis. Saya juga bingung,” ungkapnya. (Det/AM Hasan)

2 thoughts on “Lagu Rasa Sayange Diklaim Malaysia, DPRD Maluku Mengadu ke Mahkamah Internasional”

Komentar ditutup.