Kelud Kembali Kritis, Warga Diungsikan Lagi

Kediri (01/11) – Penduduk lereng Gunung Kelud pada hari ini (1/11), kembali diungsikan. Evakuasi ini terutama terhadap warga lanjut usia dan anak-anak. Mereka diangkut polisi dan tim evakuasi menggunakan truk dari Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Lokasi ini hanya berjarak sekitar delapan kilometer dari danau kawah Kelud. Polisi juga mendatangi rumah warga yang diduga masih dihuni pemiliknya. Mereka pun diminta segera mengungsi [baca: Gempa Dangkal Paksa Warga Kembali Mengungsi].

Selain truk, sejumlah kendaraan roda dua milik polisi dan anggota TNI dimanfaatkan untuk membonceng warga ke titik aman. Menurut Komandan Satuan Pelaksana Letnan Kolonel Endy Sirfandy, tindakan itu buat mencegah munculnya korban jika Kelud akhirnya meletus. Selanjutnya para pengungsi diminta menunggu di lokasi pengungsian. “Kita berusaha memaksimalkan fasilitas yang ada,” ucap Endy.

Adapun evakuasi warga lereng Kelud ini adalah kali ketiga sejak ditetapkan status awas pada 16 Oktober silam. Namun, setelah seminggu di penampungan, mereka mulai jenuh dan kembali ke rumah masing-masing [baca: Pengungsi Kelud Masih Membandel].

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono mengatakan, tak ada pilihan lain bagi warga lereng Kelud selain mengungsi ke tempat aman. Ini mengingat aktivitas Gunung Kelud kembali meningkat, bahkan dapat meletus setiap saat.

Berdasarkan data di Pos Pemantau Kelud, hingga siang tadi tercatat tiga kali gempa vulkanik dalam, 548 gempa vulkanik dangkal, dua gempa tektonik jauh, dan 76 gempa tremor. Sedangkan suhu danau kawah pada kedalaman 15 meter tercatat 39,7 derajat Celsius.

Sumber: http://www.liputan6.com