Sukses Berbisnis dengan Etika Qurani

Peresensi: A. Musthafa*
Judul Buku: Etika Bisnis dalam Al-Qur’an
Penulis: R. Lukman Fauroni
Penerbit: LKiS, Yogyakarta
Cetakan: 1, Februari 2006
Tebal Buku: xxv + 259 halaman

Menjadi pebisnis sejatinya adalah menjadi sosok petarung sejati. Siapa yang sabar, telaten, dan ulet menjalani proses bisnis, maka dia akan menyimpan kekuatan dahsyat yang siap menerjang dan mematahkan segala rintangan. Dia akan menjadi “singa” yang selalu hadir membawa perubahan; sebuah perubahan yang mengantarkan manusia menuju ketenangan sebagai bekal kehidupan baik dunia maupun akhirat.

Namun siapa yang lengah dengan “kesempatan” dan “waktu” dalam bisnis, maka dia akan termakan dan tergerus oleh kepincangan dirinya sendiri. Kepincangan ini bisa berakibat baik, namun juga bisa berakibat fatal. Menjadi baik kalau kepincangan dianggap sebagai kesuksesan yang tertunda, sehingga semangat bekerja semakin bertambah giat dan menakjubkan. Namun dapat berakibat fatal kalau dari “kepincangan” itu kita malah frustasi dan melakukan apa saja asal menghasilkan uang.

Kepincangan inilah yang saat ini banyak mendera manusia dewasa ini, sehingga diberbagai tempat, apa di jalan raya, bus, bahkan di tempat ibadah, sering kali terjadi berbagai kriminalitas, baik berupa pencurian, perampokan, dan sebagainya. Kepincangan telah menghadirkan fenomena kemanusiaan yang pincang juga, sehingga tidak hanya mengancam masa depan pribadi seseorang, namun juga mengancam kemaslahatan bersama. Dalam

konteks inilah, buku ini sangat tepat untuk mengobati berbagai kepincangan dalam dunia bisnis kita. Ketetapan buku ini tidak hanya bagi mereka yang gagal dan pincang, namun juga memberikan “amanat” bagi mereka yang sukses untuk selalu menghdirkan dirinya ditengah kepincangan masyarakat secara universal. “Amanat” dari buku ini tidak hanya sekedar formalitas saja, namun mendapatkan legitimasi penuh Sang Pencipta sebagai motivator dan inspirator utama kehidupan.

Legitimasi penuh Sang Pencipta dalam buku ini dihadirkan dari berbagai spirit wahyu yang tertuang dalam kitab suci al-Quran. Kalau selama ini kita berbisnis hanya mengacu pada berbagai kiat sukses pada kongklomerat dan bisnismen yang sukses, maka buku ini hadir dengan kita sukses berbisnis langsung “turun” dari sumber inspirator bisnis.

Dalam al-Quran, Allah telah mengingatkan manusia bahwa kehidupan didunia adalah bagian integral dari dirinya. Orang yang hanya “sibuk” dengan ritualitas akhirat justru mendapatkan laknat dari Tuhan. Selain itu, Muhammad sebagai utusan Tuhan juga telah menggertak umatnya bahwa “orang mukmin yang kuat jauh lebih utama dari pada orang mukmin yang lemah”, {al-mukmin al-qowi khoirun min al-mukmin al-dha’if}.

Dalam konteks bisnis, siapa yang mampu menjadi penisnis yang kuat, tanggung, ulet, dan sabar itu jauh lebih utama dari pada orang mukmin yang berbisnis hanya angin-anginan, tidak energik, mudah putus asa, dan bermental lembek. Gertakan Nabi tersebut bukanlah sekedar gertakan saja, beliau sendiri langsung memberikan contoh kepada umat. Beliaulah yang telah sukses mengantarkan dagangan-dagangan Khadijah laris-manis di Syam, sehingga Khadijah percaya penuh kepada beliau dan akhirnya Khadijah jatuh cinta dan menjadi istri beliau.

Apa rahasia sukses bisnis Nabi? Sudah pasti beliau selalu menghadirkan spirit wahyu Tuhan {al-quran} dalam setiap tindak tanduknya. Bisnis berdasrkan spirit al-Quran selalu bermental baja dan tetap menghargai sesama. Dalam al-Quran tidak dibenarkan seorang bisnismen hidup berlimpah ruah ditengah kepincangan saudara yang lain. Disinilah, etika bisnis dalam Islam sangat mengecam perilaku kaum kapitalis yang menempatkan modal sebagai “dewa” yang tak terbantahkan. Kapitalisme hanya menciptakan pebisnis yang rakus, kejam, dan tak bernurani. Etika bisnis islami juga menolak praktek bisnis kaum sosialis yang menempatkan negara sebagai penguasa penuh yang otoritanian. Etika bisnis berdasarkan al-Quran hadir membawa pencerahan kepada manusia dengan penuh persaudaraan, kebajikan, dan nilai ilahiah.

Bisnis yang bersumber dengan nilai ilahiah inilah yang sekarang sangat dibutuhkan manusia dewasa ini. Dan sekarang ini banyak kongsi-kongsi bisnis yang mencoba melakukan terobosan nilai ilahi tersebut. Kongsi-kongsi ini berasumsi bahwa dunia bisnis sebenarnya dunia yang enigmatik, misterius. Yang terpenting dalam mengembangkan dunia bisnis adalah keyakinan, dan untuk mendapatkan keyakinan penuh, dimensi ilahiah inilah yang sangat dibutuhkan.

Berbagai teori bisnis yang tercantum dalam berbagai buku hanya akan membuat manusia kehilangan dirinya sendiri, mudah terjebak dalam keputusasaan, dan tak mampu membendung serangan-serangan pebisnis lain.

Etika bisnis dalam al-Quran telah memberikan resep ilahiah tersebut jauh sebelum manusia jaman sekarang merasakan kebutuhan akan nilai ilahi. Untuk itu, buku ini ingin meneguhkan kembali bahwa semangat wahyu ilahi yang tercantum dalam al-Quran tentang berbisnis jauh lebih lengkap bagi umat Islam khususnya untuk menjadi petarung-petarung sejati. Al-Quran akan menuntun manusia menggapai semua angan-angannya.

Namun sekali lagi, kesuksesan berbisnis dalam al-Quran hanya tercipta manakala kesuksesan itu dihadirkan untuk kemaslahatan bersama, bukan untuk diri sendiri dan kelompoknya. Inilah keunggulan yang luar biasa, karena memang bagi Nabi Muhammad, kesuksesan didunia dengan bersama-sama merupakan kunci kesuksesan diakhirat nanti {al-dunya balaghun li al-akhirat}.

*Peresensi adalah Pustakawan The Independent Institute Semarang.