Dampak Kemarau Panjang, Air Bersih Semakin Langka

Sikka (08/11) – Krisis air bersih melanda masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Warga Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, misalnya. Sejak enam bulan silam, mereka terpaksa memasak, mencuci dan mandi dengan menggunakan air kubangan bekas mandi hewan. Warga mengaku terpaksa mengambil air kubangan lantaran tidak punya pilihan.

Maklum, untuk mendapatkan air bersih, mereka harus menempuh jarak sekitar empat kilometer melalui jalan setapak. Air bersih ini lebih jernih ketimbang air kubangan. Karena itu, pemerintah daerah setempat diharapkan segera memberikan bantuan berupa fasilitas air bersih. Hal ini mengingat masalah krisis air bersih di Kecamatan Paga sudah menjadi langganan tiap tahun dan sudah menjadi hak masyarakat untuk mendapatkan fasilitas air bersih tersebut.

Dari banyak sumber berita yang dihimpun redaksi, kekeringan banyak melanda di kawasan Indonesia, di Provinsi Banten misalnya, ratusan warga Desa Kesabilan, Kecamatan Pontang, Serang, Banten, rela antre hingga lima jam untuk mendapat bantuan air bersih. Pembagian air yang nyaris ricuh tersebut akhirnya sepakat tiap keluarga dijatah tiga jerigen besar.

Kekurangan air bersih juga terjadi di Desa Gemoh, Kecamatan Rengel, Tuban, Jawa Timur. Setiap pagi dan sore, ratusan jerigen warga mengular di tempat penampungan air. Kondisi ini berlangsung sejak empat bulan silam setelah sumur tak lagi berair.