Geng Motor Resahkan Warga Kota Bandung

Bandung (08/11) – Budaya kekerasan yang dianut geng sepeda motor di Kota Bandung, Jawa Barat, terungkap melalui rekaman video yang dirilis Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung, Rabu (7/11) siang. Rekaman itu mempertontonkan ritual penerimaan anggota baru geng sepeda motor Brigez di sebuah hutan di Gunung Puntang, Bandung. Prosesi itu penuh dengan cara-cara kekerasan, seperti pemukulan dan tendangan.

Ritual yang menonjolkan adegan kekerasan tak hanya terjadi saat penerimaan anggota baru. Karena polisi juga mempertontonkan rekaman kejadian saat anggota geng motor mengganggu sebuah toko swalayan yang buka 24 jam di Jalan Cihampelas, Bandung. Dari rekaman kamera pengintai (close circuit television/CCTV) di sebuah toko swalayan yang terjadi tahun lalu, terlihat kebrutalan anggota geng sepeda motor.

Tanpa sebab apa pun, mereka tidak segan-segan merusak sebuah sepeda motor yang berada di depan toko swalayan. Sebagian isi toko swalayan turut hancur dilempari dengan batu.

Terkait kebrutalan kelompok geng sepeda motor, sejumlah warga Kota Bandung mengaku resah. Sejak beberapa tahun terakhir geng motor memang telah menebar ketakutan di Kota Bandung maupun kota-kota lainnya di Jabar. Mereka tidak hanya sekadar berkonvoi di malam hari. Jika bertemu orang lain di jalan, ada saja aksi yang mereka lakukan, sehingga warga menjadi cemas.

Seorang korban yang ditemui SCTV mengungkapkan, begitu bertemu anggota geng sepeda motor di jalan raya saat pulang kerja dini hari, tangannya tiba-tiba ditebas dan motornya dirampas. Karyawan sebuah hotel ini hanya bisa berteriak minta tolong. Namun, pelaku langsung melarikan diri. Korban sendiri menolak namanya disebutkan karena khawatir akan aski balas dendam.

Menyikapi ulah para anggota geng sepeda motor yang sudah meresahkan masyarakat, pihak kepolisian berjanji akan segera menindak tanpa toleransi. Polisi menyatakan siap mendapat protes dari berbagai pihak karena pelaku umumnya masih di bawah umur. Salah seorang tersangka kini telah ditangkap polisi. “Saya tidak main-main dengan geng motor,” tegas Kepala Kepolisian Resor Kota Bandung Tengah Ajun Komisaris Besar Polisi Mashudi.

Sumber: http://www.liputan6.com

Iklan