Menkop UKM Kucurkan Dana Koperasi Wanita Rp1 Triliun

Denpasar (08/11) – Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali menyatakan, pihaknya segera akan mengucurkan modal kerja kepada koperasi wanita, sedikitnya sebesar Rp1 triliun hingga tahun 2008. Bantuan modal kerja itu disalurkan kepada 1.000 wadah koperasi di seluruh daerah di Indonesia, atau masing-masing kebagian sebesar Rp100 juta, kata Menkop dan UKM Suryadharma Ali di Tampaksiring, Gianyar, Bali, Kamis.

Ketika meresmikan pengoperasian unit usaha pengolahan kayu “Dharma Suci Nirmala” Dusun Tegalsuci, Tampaksiring, Gianyar, ia mengatakan, dana itu dikemas dalam bentuk program perempuan keluarga sehat dan sejahtera (Perkassa). Suryadharma mengemukan, program Perkassa merupakan perkuatan permodalan kepada koperasi simpan pinjam atau jasa keuangan syariah yang dikelola dan beranggotakan sebagian besar perempuan.

“Dana tersebut disalurkan sebagai pinjaman kepada koperasi dalam waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan permodalan anggotanya yang bergerak di berbagai usaha produktif,” katanya. Ia menyebutkan, dana itu selanjutnya dapat digulirkan kepada koperasi lainnya. Nilai pinjaman maksimal Rp4 juta per anggota dan masa tenggang pengambilan selama tiga bulan.

Dalam kesempatan ini, peralatan yang dibantu oleh Kementerian Koperasi dan UKM berupa mesin pengolahan kayu senilai Rp250 juta. Di samping itu, juga membantu pengadaan peralatan produksi berupa pengadaan mesin oven kayu senilai RP400 juta kepada KSU Mertha Rauh, Dusun Mancawarna, Gianyar.

Sementara Bupati Gianyar, AA Gede Baratha mengatakan, hingga kini jumlah pengusaha kecil dan menengah sebanyak 65.984 UKM, dengan perincian pengusaha formal sebanyak 13.771 unit dan non formal 52.213 unit.

“Dari jumlah UKM itu tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Gianyar, dan mampu menampung tenaga kerja sebanyak 198.876 orang,” katanya menjelaskan.

Menurut Baratha, banyaknya UKM di Kabupaten Gianyar ini, menyebabkan pergerakan ekonomi rakyat menjadi sangat dinamis, baik dilakukan oleh UKM sendiri maupun secara berkelompok. “Sehingga dalam pergerakan itu memerlukan berbagai dukungan, seperti penyederhanaan proses perijinan, fasilitas berbagai kegiatan UKM serta pemberian bantuan permodalan,” kata Bupati.