Pemuda Islam 14 Negara Bertukar Pikiran Di Malang

Batu (27/11) – Puluhan pemuda dan akademisi dari 14 negara di dunia, mulai 27 sampai 29 November 2007 berkumpul di Klub Bunga Resort Batu, Jatim, membahas peran pemuda muslim sebagai agen perubahan di Indonesia dengan tajuk “Konferensi Internasional Pemuda Muslim”.

Menurut Ketua Panitia, Dr Masykuri Bakri, Selasa, konferensi internasional pemuda muslim tersebut, merupakan hasil kerja sama tri partit antara Universitas Islam Malang (Unisma)-Indonesia, Universitas Leiden-Belanda dan Departemen Agama (Depag) pusat. “Kita tahu, pascareformasi tahun 1998 lalu, pemuda Indonesia sekarang ini sedang mencari bentuk dan jati dirinya. Oleh karenanya, kita ingin mengkaji dan bertukar pikiran dengan para pemuda yang ada di 14 negara tersebut, serta mencari solusi terbaik perubahan positif bangsa Indonesia kedepan,” katanya di Malang.

Selain itu, kata dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Unisma itu, para peserta juga diharapkan mengkaji hasil pemikiran para pemuda di masing-masing negara, terutama yang berkaitan dengan peran generasi mudanya, sehingga hasil konferensi itu nantinya benar-benar bermanfaatkan dan bisa diaplikasikan kepada masyarakat luas.

Ia mengemukakan, hasil konferensi pemuda dari 14 negara itu nantinya akan dirumuskan kembali dan dipublikasikan secara luas melalui media internet, agar dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun, tak terbatas ruang dan gerak.

Konferensi Internasional Pemuda Muslim tersebut, sedianya akan dibuka oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla dan “keynote speakers” Menteri Agama Dr M. Maftuh Basuni, namun karena berhalangan hadir, maka diwakilkan pada Sekjen Depag RI, Prof Bahrul Hayat.

Ke-14 negara yang berpartisipasi dalam konferensi internasional pemuda muslim tersebut diantaranya dari Philipina, Malaysia, Kenya, Australia, Perancis, Belanda, Indonesia, Singapura dan Inggris, AS.

Iklan