Hanya Satu Pilihan; Stagnan atau KLB?

Oleh: Muhammad Budi Setiawan

Setelah hampir satu semester berjalan, kepengurusan PMII Cabang Ciputat 2007-2008 yang dipimpin oleh Sahabat Muhammad Zaid ternyata belum menunjukkan perubahan mendasar dan signifikan. Harapan PMII Cabang Ciputat kembali bergairah demi perubahan, ternyata hanya harapan nisbi.

Pertanyaannya kemudian, apa yang telah diperbuat pengurus cabang hingga saat ini? Pelantikan? MAPABA? Atau hanya pacaran dan kongkow tanpa visi dan misi gerakan? Pengalaman tahun sebelumnya pun tidak dijadikan sebagai bahan instrospeksi. Masih dan tetap saja budaya Barbar dijadikan guru. Jika tidak berubah sekarang, kapan lagi?

Keroposnya nilai dalam kepengurusan PMII Cabang Ciputat 2007-2008 adalah bukti bahwa PMII Cabang Ciputat telah gagal dalam menerapkan pola kaderisasi dan komunikasi. Kaderisasi yang telah dilakukan tidak lebih dari sebuah pembodohan intelektual. Anggota hanya dijadikan sebuah alat kepentingan para elit. Persis dengan teori para bapak bangsa, demokrasi itu milik siapa? Analogi itulah kira-kira yang sedang menjalar dan menular pada para elit PMII Cabang Ciputat saat ini.

Kaderisasi yang bobrok tersebut akhirnya menjadi sebuah kesinambungan dan mentradisi yang akhirnya menjadi mata rantai yang sulit untuk diputus. Semestinya tujuan kaderisasi adalah membangun misi kader yang kritis dan transformatif, bukan untuk menghasilkan kader-kader yang lemah, letoy dan hedone. Anehnya semua elit berkilah seolah-olah itu bukan tanggungjawab mereka.

Masih hangat terasa dalam benak penulis tentang jalannya persidangan pada Konferensi Cabang (KONFERCAB) yang selalu alot pembahasannya, hanya untuk merumuskan misi PMII Cabang Ciputat satu tahun ke depan. Akan tetapi amanat tersebut seakan hanya menjadi pembahasan sampah yang bisa begitu saja dibuang. Terbukti, saat ini tidak ada satupun para elit yang mencoba cerdas untuk merespon kondisi PMII Cabang Ciputat dan menjadikan hasil KONFERCAB sebagai referensi gerakan. Mereka hanya bangga dengan pelantikan dan MAPABA yang juga belum tentu jelas out putnya.

Setelah pola kaderisasi lemah, ditambah dengan pola komunikasi yang buruk, antara Cabang dan Komisariat, Kader dengan Pengurus, adalah bukti riil, bahwa Pengurus Cabang tidak becus dalam mengelola komunikasi. Padahal hal ini telah mengakar dalam teori-teori organisasi, dimana organisasi yang bagus adalah organisasi yang mampu mengelola komunikasi antar individu sehingga terjalin secara integral ide dan gagasan dari masing-masing individu yang terdapat pada organisasi tersebut. Implikasinya, teamwork akan berjalan dengan baik.

Jika demikian yang terjadi, maka dapat dikatakan bahwa pengurus cabang PMII Ciputat 2007-2008 telah mengesampingkan amanat KONFERCAB, yang berarti telah melakukan penghianatan dan pelanggaran terhadap konstitusi PMII. Oleh karena itu, para elit Komisariat seharusnya mampu merespon segala kondisi PMII yang semakin lama semakin kehilangan karakter, kehilangan visi dan misi, serta kehilangan kader, yang diakibatkan oleh para elit yang sok jadi pemimpin, tapi tidak mempunyai tujuan. Sok jadi panutan, tapi keropos ide dan gagasan.

Akhirnya, kembalikan PMII pada ghirah dan semangatnya. Ghirah dan semangat yang selama ini telah terenggut oleh para elit yang tidak bertanggung jawab. Kami telah rindu dengan gerakan yang kritis, progresif, dan responsif terhadap segala keadaan empirik, politik, ekonomi, budaya, hukum dan HAM. Jika tidak, maka hanya ada satu pilihan, terus stagnan atau Konferensi Luar Biasa?

3 thoughts on “Hanya Satu Pilihan; Stagnan atau KLB?”

  1. ya begitulah pergerakan tanpa makna, tak bermakna takkan mencari makna sebenarnya. karena satu hal, belum tau dan tidak mau tahu.

Komentar ditutup.