Kilas Ekonomi

Oleh: Tim Kompas

Petani Tebu di Jawa Tengah Rugi 4,9 Miliar

Petani tebu di wilayah Kudus, Pati, dan Demak (Jawa Tengah) berpotensi menderita kerugian Rp 4,9 miliar. Hal itu disebabkan tanaman tebu milik petani tebu rakyat dan pabrik gula terendam air akibat banjir yang melanda sejak 26 Desember lalu. Ketua Badan Koordinasi Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (BKAPTRI) Abdul Wachid di Kudus, Kamis (3/1), menjelaskan, di Kudus, Pati, dan Demak, tanaman tebu seluas 1.850 hektar tenggelam. Tanaman yang tenggelam itu terdiri atas tanaman baru maupun keprasan. Potensi kerugian untuk biaya produksi, seperti pembelian pupuk selama proses tanam empat sampai lima bulan lalu, mencapai Rp 4,9 miliar. Kalau selama sepekan air tidak juga menunjukkan tanda-tanda surut, petani dipastikan rugi beberapa miliar rupiah. Petani berharap pemerintah mau memberikan keringanan kredit. (MAS)

Lanjutkan membaca Kilas Ekonomi

Banjir Hancurkan Aset Ratusan Miliar Rupiah: Wapres Akan Hijaukan DAS Bengawan Solo

Solo (04/04) – Banjir bandang yang disebabkan meluapnya Bengawan Solo dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur telah menimbulkan kerugian ratusan miliar rupiah akibat hancurnya berbagai produk pertanian, lumpuhnya sejumlah industri, hancurnya rumah dan harta benda milik masyarakat, serta sarana transportasi.

Di luar itu, muncul kerugian berupa hancurnya sejumlah sekolah, tempat ibadah, dan sejumlah perkantoran. Menurut Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Jawa Timur, termasuk Lamongan dan Bojonegoro, merupakan salah satu penyangga stok pangan nasional. Namun, kerugian akibat banjir tidak akan mengganggu stok pangan nasional.

Lanjutkan membaca Banjir Hancurkan Aset Ratusan Miliar Rupiah: Wapres Akan Hijaukan DAS Bengawan Solo

Sengketa Pilkada Malut Diproses di MK

Jakarta (04/01) – Sengketa di antara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Maluku Utara dengan KPU Pusat mengenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku Utara diproses di Mahkamah Konstitusi (MK). Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol MK, Zaenal Arifin Hoesein, di Jakarta, Jumat, menyatakan bahwa sengketa itu dibawa ke MK dalam bentuk Sengketa Kewenangan Lembaga Negara (SKLN) dengan nomor pendaftaran 32/SKLN-V/2007.

Rencananya, menurut dia, sidang perkara itu akan dilaksanakan Senin (7/1), pukul 11.00 WIB, di ruang sidang MK dengan agenda pemeriksaan pendahuluan. Perkara itu diajukan oleh Ketua KPU Provinsi Malut, Rahmi Husen, beserta beberapa anggotanya, yaitu Nurbaya H. Soleman dan Zainuddin Husain.

Lanjutkan membaca Sengketa Pilkada Malut Diproses di MK