Kilas Ekonomi

Oleh: Tim Kompas

Petani Tebu di Jawa Tengah Rugi 4,9 Miliar

Petani tebu di wilayah Kudus, Pati, dan Demak (Jawa Tengah) berpotensi menderita kerugian Rp 4,9 miliar. Hal itu disebabkan tanaman tebu milik petani tebu rakyat dan pabrik gula terendam air akibat banjir yang melanda sejak 26 Desember lalu. Ketua Badan Koordinasi Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (BKAPTRI) Abdul Wachid di Kudus, Kamis (3/1), menjelaskan, di Kudus, Pati, dan Demak, tanaman tebu seluas 1.850 hektar tenggelam. Tanaman yang tenggelam itu terdiri atas tanaman baru maupun keprasan. Potensi kerugian untuk biaya produksi, seperti pembelian pupuk selama proses tanam empat sampai lima bulan lalu, mencapai Rp 4,9 miliar. Kalau selama sepekan air tidak juga menunjukkan tanda-tanda surut, petani dipastikan rugi beberapa miliar rupiah. Petani berharap pemerintah mau memberikan keringanan kredit. (MAS)

Dephub Terbitkan Maklumat Pelayaran

Departemen Perhubungan (Dephub) kembali menerbitkan Maklumat Pelayaran untuk memberi peringatan kepada pemangku kepentingan pelayaran agar mewaspadai gelombang tinggi di perairan Indonesia. Maklumat pelayaran mulai diberlakukan sejak Jumat (4/1) hingga Februari 2008, serta merupakan lanjutan maklumat pelayaran yang terbit 26 Desember 2007. “Maklumat ini ditindaklanjuti dengan meningkatkan kelaikan kapal untuk menunjang faktor keamanan dan keselamatan kapal,” ujar Direktur Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai Dephub Djoni Algamar, Kamis (3/1) di Jakarta. Materi maklumat didasarkan pada ramalan Badan Meteorologi dan Geofisika. (RYO)

Jaminan untuk 20 Juta Penduduk

Pemerintah mengakui, sebanyak 20 juta penduduk Indonesia berkategori setengah mampu tetapi tak sanggup membayar biaya asuransi bagi pelayanan kesehatan, belum bisa diberikan jaminan pembayaran asuransinya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Bagi penduduk miskin dan setengah miskin, pemerintah dapat memberikan jaminan asuransi kesehatannya atau Askekin kepada 76,4 juta penduduk senilai Rp 4,6 triliun. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, dalam keterangan pers, seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (3/1). Rapat dihadiri sejumlah menteri, di antaranya Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, dan lainnya. Menurut Aburizal, penduduk yang berkategori mampu tetapi tidak sanggup membayar jaminan asuransinya sendiri terdiri dari penduduk yang mampu membeli motor dan lantai rumahnya sudah diubin. “Akan tetapi, untuk membayar jaminan asuransi bagi operasi yang biayanya mencapai Rp 5 juta, mereka tidak sanggup,” kata Ical.

Sumber: http://www.kompas.com

Iklan