BCA, Astra, Pertamina Kolaborasi Berdayakan UKM

Jakarta (23/01) – Usia Emas 50 Tahun bagi perusahaan merupakan prestasi luar biasa. Mereka sempat berjaya, kemudian dihajar gelombang krisis dan mampu bangkit bukan perkara gampang seperti membalikkan telapak tangan. Namun semua itu membutuhkan kerja keras dan kerja sama tim untuk meraih yang terbaik bagi perusahaan sehingga tetap hidup dan terus berkarya.

Anda pasti mengenal BCA (perbankan), Astra (otomotif), Pertamina (migas). Ketiganya unggul di bidang usaha masing-masing di Tanah Air dan sama-sama memasuki Usia Emas 50 Tahun pada tahun ini. Pertanyaannya adalah apa yang mereka bisa lakukan saat usia perusahaan memasuki 50 tahun terutama sumbangsihnya bagi bangsa dan negara? Pertanyaan itu yang selalu berputar-putar di kepala para petinggi ketiga perusahaan itu.

“Ide banyak, terutama bisnis. Dari omong-omong ngalur ngidul disertai santap pagi itu timbul ide, kenapa tidak mencoba tingkatkan CSR (corporate social responsibility)? Akhirnya kita sepakat yang paling mendesak adalah masalah CSR,” ujar Direktur Astra, Johnny Darmawan, dalam jumpa pers di Studio Indosiar, Jakarta, Sabtu (22/12) malam.

Dalam jumpa pers itu, Johnny tidak sendirian, melainkan ditemani Direktur BCA Suwignyo Budiman dan Direktur Keuangan Pertamina Frederick ST Siahaan. Suwignyo kemudian menambahkan, ini merupakan pengalaman tiga perusahaan besar jadi satu terutama tentang tanggung jawab sosial perusahaan, khususnya bagaimana mengembangkan sektor usaha kecil menengah (UKM).

Akhirnya ketiga perusahaan sepakat berkolaborasi membangun Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) bagi UKM di Indonesia. Lembaga ini berfungsi memberikan perkuatan UKM melalui berbagai pelatihan, diantaranya basic mentality, pendampingan, temu usaha, fasilitas pembiayaan dan promosi. “LPB bisa memberikan peran bagi UKM di negeri ini,” ungkap Suwignyo. Menurut Johnny, melalui kerja sama ini diharapkan sektor UKM dapat tumbuh dan berkembang menjadi unit usaha yang mandiri, profesional dan andal sehingga mampu bersaing di pasar global.

Dalam LPB, masing-masing pihak memberikan kontribusi, yakni Astra (20 persen), Pertamina (40 persen), dan BCA (40 persen). Untuk tahap awal lembaga ini akan didirikan di lima kota yaitu di Sumatera (Palembang), Kalimantan (Balikpapan), Sulawesi (Makassar), Jawa (Semarang dan Sidoarjo). Alasan pemilihan kota-kota tersebut, sebut Johnny, semata-mata karena jangkauan wilayah.

Selama ini, baik BCA, Astra, maupun Pertamina memiliki program CSR untuk memberdayakan UKM dan sudah berjalan bertahun-tahun. Ketiganya menilai bahwa visi mereka sama tentang CSR terutama bagaimana mengembangkan sektor UKM. Astra memiliki pengalaman dengan 2.000 UKM binaan yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang menyuplai kebutuhan industri perusahaan otomotif untuk Grup Astra, dimana pada semester I tahun 2007 transaksi mencapai Rp 1,2 triliun.

Demikian halnya dengan Pertamina yang melakukan pembinaan terhadap 33.000 UKM yang tersebar di seluruh wilayah operasi Pertamina. “Selama ini Pertamina memiliki pengalaman bermitra dengan UKM dan memberikan hasil positif,” kata Frederick. Dia melanjutkan, Pertamina akan melihat dalam 1 tahun atau 2 tahun ke depan hasil dari kerja sama ini. “Kerja sama ini sangat baik, sama-sama mengembangkan visi,” sambungnya.

Sebelum ketiga perusahaan ini sepakat berkolaborasi mendirikan LPB, masing-masing perusahaan telah menjalin kerja sama satu sama lain. Misalnya: Astra dan BCA menerbitkan Astra World bagi pemilik mobil Astra seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot. BCA dan Pertamina menerbitkan Gaz Card untuk pembayaran di SPBU Pertamina. Selanjutnya Pertamina dan Astra kerja sama dalam penjualan suku cadang mobil di SPBU Pertamina.

Sektor UKM memang membutuhkan bimbingan, pembinaan serta modal dari perusahaan-perusahaan besar sehingga UKM bisa mandiri, makin berkembang dan memiliki daya saing. Kalau melihat misi LPB, tentunya prospek UKM di Indonesia sangat menjanjikan dan mampu berkiprah di pasar global. Pasalnya, misi LPB yang didirikan BCA, Astra, dan Pertamina ini yaitu menjadi mitra pembinaan dan pendampingan UKM di sekitar wilayah kerja Astra, Pertamina dan BCA menuju UKM mandiri yang memiliki daya saing serta quality, cost, delivery & innovation (QCDI) yang terus meningkat.

Sumber: http://www.kompas.com

2 thoughts on “BCA, Astra, Pertamina Kolaborasi Berdayakan UKM”

Komentar ditutup.