Protes Pilkada Jabar Memanas

Bandung (22/04) – ‘Bola panas’ dari pergelaran Pilkada Jabar belum berhenti menggelinding. Simpatisan duet Aman (Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim) tetap kencang melancarkan ketidakpuasannya lewat berbagai aksi. Selasa (22/4) ini, KPUD Jabar bersidang pleno untuk menetapkan rekapitulasi perhitungan suara Pilkada Jabar. Tapi, sampai Senin (21/4) malam, barisan pembela duet Aman bertahan di Ruang Paripurna KPUD Jabar. Ancaman mereka: menggagalkan sidang pleno KPUD Jabar.

Para aktivis pembela Aman diterima staf Humas dan Hukum KPU Jabar sejak pukul 13.00 WIB. Hingga malam mereka bertahan di bagian dalam kantor KPUD Jabar. Baru pada pukul 23.00 WIB aparat bisa membubarkan mereka. Tapi, mereka bertekad datang lagi keesokan harinya (hari ini).

“Kami akan terus berunjuk rasa,” begitu ungkapan Lili Muslihat, Koordinator Koalisi Masyarakat Jabar Bersatu.

Sampai malam hari itu, perwakilan massa memang gagal bertemu anggota dan Ketua KPUD Jabar. Mereka hanya sempat terlibat dialog dengan Kabag Humas dan Hukum KPUD Jabar Herry Suherman.

Suasana pertemuan yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian itu sempat memanas. Gebrakan meja yang dilakukan para aktivis Barisan Pembela Aman dan KMJB mewarnai pertemuan itu.

Di mata mereka, KPUD Jabar harus bertanggung jawab atas kelemahan dan pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkada Jabar. Mereka menuntut sidang pleno penetapan suara Pilkada Jabar dibatalkan dan dilakukan perhitungan ulang hasil suara dengan membuka kembali kotak suara.

Para pengunjuk rasa juga mengaku mereka menemukan penggelembungan suara untuk pasangan nomor urut tiga, duet Hade (Ahmad Heryawan-Dede Yusuf), di beberapa wilayah. Dari hasil perhitungan sementara, duet Hade mengungguli dua pasangan Cagub dan Cawagub Jabar lainnya.

Aktivis Pembela Aman lainnya, Tio Setio Wekti, mengatakan pihaknya tidak akan mundur sampai KPUD Jabar mau mendengar aspirasi mereka.

Di tengah situasi panas itu, Kabag Humas dan Hukum KPUD Jabar Herry Suherman mengatakan, sidang pleno penetapan hasil penghitungan suara Pilkada Jabar tetap dilangsungkan Selasa (22/4) ini mulai pukul 10.00 WIB.

Jika para simpatisan duet Aman dan KPUD Jabar sama-sama bersikeras dengan sikapnya, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMK Pekerjaan Umum di Jalan Garut, Kota Bandung, pada 22-24 April, terancam terganggu. Maklum, lokasi SMK PU bersebelahan dengan kantor KPUD Jabar.

Di dua hari terakhir, pihak SMK PU telah meminta pengamanan dari aparat kepolisian. Sebanyak satu regu personel Dalmas dari Polda Jabar ditempatkan di kompleks SMK PU yang dipagari jeruji besi itu.

“Ada 80-an siswa kelas III yang akan menjalani UN mulai Selasa (22/4). UN tetap digelar di sekolah ini. Saya berharap ttidak terjadi apa-apa,” ujar seorang guru wanita di sekolah itu.

Ia menyebutkan, pihak sekolah telah memberikan pengumuman dan arahan kepada para siswa peserta UN, antara lain untuk datang ke sekolah lebih pagi sebelum diblokir para pengunjuk rasa.

Beberapa aparat kepolisian memang tampak berjaga-jaga di sekolah itu. Mereka disebar di beberapa lokasi, mulai dari resepsionis hingga ke beberapa bagian lokasi yang mengakses ke luar sekolah itu.

Sumber: http://www.inilah.com