Mahasiswa UIN Jakarta Tolak Kenaikan Harga BBM

Jakarta (12/05) – Kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menuai aksi protes dari berbagai kalangan tak terkecuali kaum akademisi seperti mahasiswa. Pada Senin (12/5) kemarin, sejumlah mahasiswa dan aktivis dari berbagai organisasi ekstra kampus yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa UIN Jakarta menggelar aksi unjuk rasa memprotes kebijakan pemerintah tersebut.

Aksi unjuk rasa itu diikuti mayoritas aktivis dari organisasi HMI, PMII, IMM, dan KAMMI Cabang Ciputat serta LS-ADI. Aksi mereka itu dimulai dari kampus UIN Jakarta menuju Bunderan Hotel Indonesia dan Istana Negara. Dalam orasinya pengunjuk rasa meminta agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM dan jangan membuat rakyat sengsara.

“SBY-JK telah menyengsarakan rakyat dan melanggar janji kampanyenya dulu yang tidak akan menaikkan harga BBM. Tapi nyatanya SBY telah menaikkan harga BBM untuk yang kesekian kalinya,” ujar Dino salah seorang pengunjuk rasa. SBY, lanjut dia, tidak layak memimpin bangsa ini.

Mereka menilai kebijakan pemerintah tersebut tidak memihak rakyat. Dalam press release yang dibagikan, mereka mengatakan bahwa pencabutan subsidi BBM merupakan agenda dari Konsensus Washington untuk meliberalkan perekonomian Indonesia. Selain itu, anggapan subsidi BBM tidak tepat sasaran adalah tidak tepat.

Menurut mereka subsidi BBM tidak dapat dikambing-hitamkan sebagai penyebab defisitnya APBN. “Defisit APBN disebabkan oleh sangat besarnya beban angsuran pokok dan bunga utang yang dipikul pemerintah yang jumlahnya mencapai Rp 145 triliun atau sekitar sepertiga volume APBN,” tulisnya.

Selain meminta agar harga BBM tidak dinaikkan, dalam aksi ini juga mereka meminta agar harga sembako segera turun sekarang juga.

Sumber: http://www.uinjkt.ac.id