Pemerintah Suap Mahasiswa dengan BKM

Jakarta (30/05) – Pemerintah disinyalir ingin menyuap mahasiswa dengan mengucurkan dana Bantuan Khusus Mahasiwa (BKM) pada saat-saat mahasiswa melakukan tuntutan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

”Secara prinsipil baik-baik saja dan negara memang harusnya mengalokasikan dana bantuan untuk mahasiswa yang kurang mampu, tapi kenapa itu baru dikeluarkan sekarang. Jelas tujuannya politis, untuk menyuap mahasiswa,” kata aktivis reformasi 1998 Syafiq Alielha kepada NU Online di Jakarta, Jum’at (30/5).

Menurutnya, modus pengucuran BKM sama seperti BLT. Pemerintah ingin mengalihkan perhatian masyarakat dari tuntutan kenaikan BBM menjadi tuntutan penyaluran BLT secara adil.

”Dalam penyaluran BLT masyarakat bertengkar bahkan ada yang mengancam akan membunuh ketua RT jika namanya tidak dicantumkan dalam daftar penerima BLT. Untuk BKM kasusnya akan sama mahasiswa juga akan saling bertengkar,” kata Syafiq.

Namun dikatakannya, kalangan mahasiswa tidak banyak yang peduli dengan program BKM. ”Teman-teman bahkan banyak yang tertawa, itu cara lama,” katanya.

Lebih lanjut dirinya mengecam program BKM itu sebagai satu bentuk intervensi pemerintah terhadap institusi perguruan tinggi. ”Intervensi itu mengancam independensi dan membungkam mahasiswa untuk kritis,” katanya

Menurut Wakil Ketua PP Lajnah Ta’lif Wan Nasy (LTN) NU itu, situasi sekarang ini sama persis dengan pada masa akhir pemerintahan Orde Baru. Beberapa perguruan tinggi ternama seperti Universitas Trisakti dan Universitas Indonesia mengancam akan men-droup out mahasiswa yang terlibat dalam aksi penolakan terhadap beberapa kebijakan pemerintah.

Ditambahkannya, pihak aparat juga kembali melakukan tindakan-tindakan represif terhadap mahasiswa. ”Padahal mestinya aparat cukup melakukan blokade, tapi mereka memang inginnya menggasak mahasisya yang demo,” katanya dengan nada jengkel.

Sumber: http://www.nu.or.id