Ormas-ormas NU Tuntut Pembubaran FPI

Surabaya (03/06) – Desakan agar Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono membubarkan Front Pembela Islam (FPI) semakin kuat. Elemen-elemen yang bernaung dalam organisasi massa Nahdlatul Ulama mengirimkan surat terbuka kepada Presiden untuk membubarkan dan melarang FPI termasuk segala penjelmaannya.

Karena FPI dianggap sudah melenceng jauh dari nilai-nilai Islam, Aliansi Masyarakat Cinta Damai Jatim mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan meminta agar FPI dibubarkan. “Kalau dalam 1×24 jam surat kami tidak direspon positif, kami akan membubarkan FPI secara paksa, dimulai dari Jatim,” tutur Ketua Dewan Koordinasi Wilayah Garda Bangsa Jatim Ahmad Arizal, Selasa (3/6) di Surabaya.

Surat terbuka itu ditandatangani juga oleh pimpinan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim, Gerakan Pemuda Ansor Surabaya, Pagar Nusa Jatim, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jatim, dan Lembaga Advokasi Hukum dan HAM (Lakumham).

Para aktivis ini menilai tindakan FPI dan Laskar Islam menyerbu anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Jakarta, Minggu (1/6), mencederai nilai-nilai kebangsaan. Bahkan, tindakan itu sudah di luar koridor Isllam.

Sebelumnya, Rois Syuriyah Pengurus Wilayah NU Jatim KH Miftachul Akhyar meminta pembubaran FPI karena sudah berulang kali melakukan kekerasan dalam menyelesaikan perbedaan pendapat. Polisi selain harus menangkap pelaku kekerasan juga wajib menyelidiki sebab penyerbuan bisa terjadi. Sebab, terkesan ada pembiaran dalam kejadian ini.

KH miftachul Akhyar menambahkan, penyerbuan FPI ini hanya mengalihkan perhatian masyarakat dari kenaikan harga BBM yang mencekik masyarakat.

Sumber: http://www.kompas.com