PMII Kutuk Insiden Monas

Jakarta (03/06) – Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rodly Kelani di Jakarta, Senin (2/6) malam, menyatakan, aksi kekerasan oleh massa yang mengatasnamakan diri sebagai FPI di Lapangan Monas, Minggu (1/6), merupakan wujud cara beragama secara picik dan kerdil.

“Malah menurut kami, itu merupakan cara tidak beragama. Makanya kami mengutuk penyerbuan dan kekerasan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) terhadap massa apel akbar Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas tersebut,” katanya kepada Antara.

Bagi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), lanjutnya, FPI telah melakukan suatu tindakan yang menggambarkan mereka sama sekali tidak memahami argumentasi realitas bangsa ini. “Sebab, secara historis maupun substansi, kita ini bangsa yang majemuk, yang plural, dan keberagaman inilah yang menjadi kekuatan bangsa kita sejak merebut kemerdekaan dari penindasan bangsa-bangsa asing,” tegasnya lagi.

PB PMII semakin gusar karena kekerasan dilakukan FPI atas anak-anak bangsa Indonesia yang tengah melaksanakan peringatan Hari Lahir Pancasila dan jelas-jelas ini mencoreng citra bangsa di mata internasional.

Bubarkan FPI

Karena itu, PB PMII tetap pada pendapatnya semula, yakni agar pemerintah segera membubarkan FPI dan organisasi instan yang mengatasnamakan agama lain, tetapi berwatak serta berkarakter anarkis. “Bebaskan bangsa ini dari organisasi-organisasi instan yang berwatak begitu, apalagi condong bergaya premanisme dan gerombolan semata. Itu bukan cermin agama,” katanya lagi.

Jika Pemerintah, terutama Kepolisian Republik Indonesia (Polri), ragu-ragu membubarkan FPI dan organisasi-organisasi seperti ini, maka bisa memicu konflik horizontal lebih besar. “Premanisme berbalut agama harus ditindak tegas. Cara-cara preman dalam mencapai tujuan harus dihentikan,” demikian Rodly Kelani.

Sumber: http://www.kompas.com