LPNU Gandeng BRI Berdayakan UKM

Jakarta (18/06) – Sejumlah Usaha Kecil dan Mikro atau UKM di sektor makanan yang berada di bawah binaan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) kini bergembira karena adanya dukungan modal yang diberikan oleh Bank Rakyat Indonesia, yang dikenal akrab oleh masyarakat sebagai BRI.

Bantuan modal yang diberikan BRI ini merupakan bagian dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang merupakan penyisihan keuntungan dua persen keuntungan BUMN.

Sebelum memperoleh dana tersebut, para calon penerima diberikan pelatihan usaha dan keamanan pangan yang diselenggarakan pada Rabu (19/6) di Jakarta.

Fatchan Subhi dari LPNU menjelaskan kerjasama dengan BRI ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup para pengusaha kecil dan mikro di lingkungan NU. “Ini merupakan bagian dari tugas kita untuk mensejahterakan umat yang ada di sekitar kita,” katanya.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini akan diisi dengan materi yang terkait dengan keamanan pangan, halal secara agama dan sehat untuk dikonsumsi. Selain itu mereka mendapatkan materi bagimana caranya memiliki manajemen usaha yang baik sehingga layak untuk mendapatkan kredit dari bank.

“Kita juga mengupayakan bagaimana mereka dapat menjalin kemitraan strategis dengan produsen bahan baku pangan yang mereka butuhkan, misalkan dengan produsen terigu, mie, kedelai dan lainnya yang mendukung usahanya,” tandasnya.

Karena itu, sejumlah ahli dari divisi PKBL BRI, MUI, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM), Institute Pertanian Bogor, Dinas Industri dan Perdagangan DKI Jakarta, staf ahli Menneg BUMN dan GAPMMI atau Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia.

Dwi Kusmaryoto dari divisi PKBL BRI menjelaskan pada tahun 2007 lalu, dana yang disalurkan melalui divisinya mencapai 190 Milyar yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebenarnya LPNU mengusulkan sebanyak 156 UKM, namun untuk sementara yang disetujui baru 15 unit usaha.

Sementara itu KH Muhyiddin Ishaq dari PWNU DKI dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan manajemen usaha di lingkungan NU yang selama ini belum kuat. Ajaran dalam Islam bahwa kemiskinan bisa menjurus pada kekufuran harus dimaknai upaya pengentasan kemiskinan merupakan hal yang sangat penting.

Salah seorang peserta pelatihan yang memiliki usaha makanan di Tangerang mengaku mengajukan proposal pinjaman sebesar 100 juta. Namun besarnya pinjaman dengan bunga lunak sebesar 6 persen per tahun ini masih akan menunggu survey dari BRI.

Sumber: http://www.nu.or.id