Tarik Ulur dalam Kongres DPP PPM UIN Jakarta

Jakarta (05/07) – Setelah sekian lama tak bersuara, kini Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Mahasiswa (DPP PPM) kembali menggelar Kongres (04/07). Tak jelas apa agendanya, namun ajang Kongres terkesan penuh kritik dan tarik ulur kepentingan. Pergantian ketua umum seolah menjadi fokus mati meski mengorbankan kepentingan besar partai.

PPM yang saat ini menjadi partai penguasa UIN Jakarta telah lupa dengan cita-cita student government yang sekian lama dijalankan demi pembelajaran politik, dalam artian mencetak kader-kader Islam yang sadar politik. “PPM kini hanya berkutat pada target kekuasaan yang tidak mencerdaskan dan tidak membuat kader menjadi produktif. Sementara partai mempunyai kepentingan yang lebih besar untuk kita perjuangkan yaitu mengawal jalannya student government di UIN Jakarta”, tutur Sahabat Adib.

Karena dirasa Kongres DPP PPM kali ini terkesan penuh dengan politik kotor, hal itupun menuai kecaman keras dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Mahasiswa (DPW PPM) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta.

“Kami siap dukung siapapun calon pemimpin yang mempunyai komitmen untuk mewujudkan misi student government di UIN Jakarta, dan tidak untuk merusak tatanan politik kampus. Semua itu harus terwujut tanpa harus mengorbankan kepentingan partai dalam mewujudkan demokratisasi di kampus. Tidak seperti sekarang ini, kepentingan partai tergadai hanya karena kepentingan kekuasaan”, tambah Sahabat Saifudien Djazuli, Ketua Umum DPW PPM FSH UIN Jakarta.

Kongres yang berjalan lambat membuat sebagian DPW merasa tidak nyaman dengan kondisi yang seperti ini. Selain tidak efektif namun juga tidak efisien. Terlalu mahal harga yang harus dikorbankan hanya untuk tarik ulur kepentingan internal seperti saat ini. Selain itu justru mengaburkan langkah partai untuk meraih kesuksesan pada periode yang akan datang.

One thought on “Tarik Ulur dalam Kongres DPP PPM UIN Jakarta”

  1. Bwat Para pembesar PPM tolong jangan lihat Balon itu dari kedekatan secara emosional saja dengan para senior…

Komentar ditutup.