Cak Nun Soroti Penayangan Kasus Pornografi yang Berlebihan

Surabaya (06/10) – Maraknya pemberitaan kasus pornografi yang melibatkan beberapa artis papan atas menjadi sorotan budayawan Emha Ainun Nadjib. Budayawan yang akrab disapa Cak Nun itu justru menyoroti stasiun televisi yang berlebihan mengupas kasus video mesum tersebut.

“TV justru mendukung Luna Maya, sedangkan istighatsah (doa bersama) yang dihadiri ribuan orang tidak masuk TV. Yang jelek justru menjadi perhatian, sedangkan yang baik-baik diabaikan,” ucapnya di Surabaya, Kamis (17/6), dalam acara bedah buku berjudul “Nicotine War”.

Lelaki kelahiran Jombang, Jatim, itu meminta masyarakat untuk bersikap kritis tanpa bergantung pemerintah. “Dalam kondisi carut marut karena mementingkan kejelekan daripada kebaikan itu, masyarakat jangan bergantung pemerintah atau siapa pun,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata suami artis Novia Kolopaking ini, masyarakat hendaknya rajin membaca buku untuk “pintu” berpikir kritis, sehingga mereka tidak mudah dibodohi siapa pun, termasuk pemerintah.

“Misalnya, soal rokok, masyarakat harus jeli dan kritis, kenapa rokok saja yang diributkan. Itu karena di situ ada banyak kepentingan, karena itu banyaklah membaca,” tegasnya.

Ia berkilah rokok itu tak cukup disikapi dengan fatwa haram atau argumentasi medis, sebab rokok lebih patut dipahami dengan kalbu (suara hati).

“Kalau menyikapi masalah dengan hati, maka kita tidak akan mudah terjebak pada propaganda pihak lain,” katanya menjelaskan.

Sumber: http://www.nu.or.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: