Indonesia Butuh Banyak Tenaga Ahli Ekonomi Syariah

Oleh: Anonim

Indonesia sebagai negeri muslim terbesar masih membutuhkan banyak tenaga ahli ekonomi syariah yang sayangnya belum bisa dipenuhi oleh NU. Demikian keprihatinan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj ketika membuka Pelatihan Pengelola & Penggerak Lembaga Keuangan Mikro Syariah di Gedung PBNU, Senin 14 Juni 2010.

“Menurut BI, kebutuhan tenaga ahli ekonomi syariah sekitar 16 ribu orang”, papar Kyai Said.  Untuk itu, PBNU menyambut baik kegiatan Pelatihan Pengelola dan Penggerak Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang difasilitasi oleh Lembaga Perekonomian NU (LPNU) dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU).

Ketua Panitia Drs. H. Muhyiddin Arusbusman mengharapkan pelatihan tersebut akan mampu mencetak kader-kader muda NU yang siap membentuk dan menggerakkan Lembaga Keuangan Miro Syariah (LKMS) seperti Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di wilayahnya masing-masing sehingga LKMS mampu mensejahterakan warga NU dan bukan hanya pengurusnya.  Seusai pembukaan, acara dilanjutkan dengan dialog yang dipandu pengurus LP2NU, Drs. H. Nusron Wahid.

Pelatihan tersebut akan berlangsung dari 14-20 Juni 2010 bertempat di Pusdiklat BPS Jakarta dan rencananya dilanjutkan dengan magang selama dua bulan di Pondok Pesantren Sidogiri Jawa Timur yang telah mempunyai berbagai unit bisnis yang beromzet milyaran rupiah.

Sumber: http://www.mataair.com

Iklan

One thought on “Indonesia Butuh Banyak Tenaga Ahli Ekonomi Syariah”

  1. memang membutuhkan kerja keras n kontinyu..
    bukan sekedar hura – hura..
    aku di kampung sangat prihatin..
    karena NU di kampung pengurusnya hanya sebagai figur saja…
    n mayoritas tidak berbuat di masyarakat…
    paling2 bisanya hanya memungut tanpa pernah berbuat utk masyarakat..
    prihatin BUNG….

Komentar ditutup.