MAPABA Sebagai Langkah Awal Pergerakan

Melalui 1 langkah pergerakan yang didasari tawazun, tasamuh, tawasut dan ta’adul  mungkin sudah sepatutnya mahasiswa berfikir secara idealis yang dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya serta mengenyampingkan pemikiran pragmatis yang lebih mengedepankan egoism dan kebutuhan pribadi semata dan menjadi ribuan langkah inspirasi untuk manusia lainnya.

Image

 

Keberadaan organisasi mahasiswa yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi pembentukan karakteristik mahasiswa serta melahirkan organisatoris-organisatoris dan calon pemimpin berkarakter muslim dimasa mendatang semakin dipandang sebelah mata oleh mahasiswa saat ini. Dengan menilai pribadi didalamnya dan menyalahkan organisasinya. Padahal organisasi merupakan sebuah medium yang sangat vital dan signifikan untuk mengantarkan pada pelatihan dan pembiasaan membangun sebuah ide maupun gagasan berkarakter muslim yang nantinya akan tersiarkan maupun terwacanakan.

PMII KOMFASYAHUM yang merupakan satuan komunitas ideas dalam pembentukan karakter (character building) tinggal sejauh mana mau belajar, berproses dan totalitas dalam mengambil hikmah dalam organisasi. Untuk itu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum (KOMFAKSYAHUM) cabang ciputat telah mengadakan MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru) yang merupakan jenjang pengkaderan pertama dalam priode kepengurusan komisariat yang baru, pada tanggal 3-4 November 2012 di villa baladegana, bogor, dengan tema MAPABA Ultra: Mengembangkan ideology keilmuan ahlussunnah wal jamaah memalui jalan pergerakan. Dengan beberapa materi utama didalamnya seperti kePMIIan, Ahlussunnah wal jamaah, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), antropologi kampus, simulasi sidang dan aksi dll.

 “MAPABA mempersiapkan kader pergerakan menjadi agen  perubahan yang peka terhadap kondisi social kampus, berbakti pada masyarakat dan negara, minimal untuk diri sendiri serta lingkungan sekitarnya dengan ahlussunnah wal jamaah sebagai pijakan pergerakannya.” ujar Gilang Henris Mentri Hukum dan HAM UIN, Periode 2009 – Sekarang.

MAPABA menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal dan menjadi keluarga baru pergerakan PMII KOMFAKSYAHUM. Ketua acara MAPABA Dimas Lubnan dari Asuransi Syariah mengemukakan harapannya “Harapan saya sahabat-sahabati yang baru bergabung teruslah aktif, ikatalah silaturahim yang kuat dengan sahabat seangkatan. Menjadi kader yang kompeten, ulet, dan paham menyalurkan minat dan bakat diri”.

Dalam PMII Jenjang pengkaderan ke dua setelah mapaba adalah ialah PKD (Pelatihan Kader Dasar) yang bertujuan mengarahkan cara berfikir kader dan peranan kewajiban kader yang lebih seperti apa yang bisa kader berikan untuk PMII. Dan PKL (Pelatihan Kader Lanjutan) yang merupakan jenjang pengkaderan tertinggi  yang bertujuan memperbarui, memperdalam, dan meningktkan kemampuan kader, biasanya jenjang ini sudah tidak diragukan lagi kapabilitas sebagai kader PMII tinggal menunggu apa yang bisa diberikan kader untuk Indonesia.

Redaksi.