Krisis Pemikiran dan Keberanian

560-dc3be82a485df6be3cf0c41f78db1158

 

Pemikiran kita saat ini, didominasi beberapa isu politik dan kebijakan hukum yang rancu. Masalah mayoritas yang tunggal yang diasosiasikannya dengan beberapa partai besar yang mengaburkan kenyataan tingginya kadar perpecahan dalam negara ini. Perpecahan tersebut diperkirakan hanya sebagai sebuah mata rantai dari proses demokratisasi. Padalah yang terjadi adalah perbenturan kepentingan yang tidak menyangkut kepentingan orang banyak. Katakanlah terjadi sebuah dinamika dalam kubu Koalisi Merah Putih yang kian hari bermunculan partai yang keluar.

Juga, isyu mengenai “Pengangguran dan Kemiskinan”. Tidak jelas yang dimaksudkan, Meningkatkan lapangan pekerjaan atau meningkatkan taraf hidup orang miskin. Ketidak jelasan yang lahir dari kerancuan definisi akan penyelesaian masalah tersebut.

Era Modernisasi dan era globalisasi juga menjadi tanda belantara kerancuan istillah yang semakin mencekam kita. Word globalisasi dan modernisasi sebenarnya melekat pada tahapan yang sedang berjalan, dan tidak mengacu pada ruang dan waktu manapun. Sebaliknya , pemakaian ruang wakyu lebih banyak untuk produk yang dihasilakan proses itu sendiri. Dengan demikian , seharusnya kita berbicara tentang globalisasi dan demokratisasi, yang menuju pada era modernitas kehidupan.

Tidak heran jika kerancuan berpikir menjadi sangan luas, dan dengan kerancuan itu proses berfikir menjadi stagna. Kerja berfikir tidak lagi ditekankan untuk mencari sebuah gagasan –gagasan baru yang akan memperluas jangkauan pandangan kita. Pembicaraan kita terhenti pada klasifikasi masalah-  masalah bagaimana harus berpikir, bukannya membahas yang sebenarnya kita pikirkan.

Bung karno menjadi sosok teladan bagi pemuda- pemuda bangsa saat ini. Beliau tokoh sekalius Founder Father yang tegas, berani dan tentunya cerdas. Berbeda sekali ketika kita mengamati kehidupan masa lampau yang penuh dengan sejarah, seperti halnya ketika kita digentarkan oleh perang dunia kedua dimana indonesia menjadi negara yang berada diteritorial yang strategis untuk menjadi markas kedua belah pihak yang melakukan peperangan.

Namun, negara ini begitu hebat dan begitu berani dan bijak dalam memutuskan sebuah keputusan. Dimana ungkapan bungkarno bahwa kita tidak memihak kepada blok barat dan blok timur. Itu merupakan sebuah keputusan yang sangat berani, kita lihat hampir semua negara yang ada di dunia ini pastinya akan memihak kepada dua blok tersebut. Contohnya inggris memihak kepada blok barat, ataupun jepang yang memihak kepada blok timur, tapi melihat keputusan bung karno menunjukan bahwa kita dala menegakan kebaikan dan kebenaran harus berani.

 

 

Oleh: Hilman Rifki (Kader PMII PMH)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: