Mengenal Diri dan Mengenal PMII

cropped-logopmii-resmi.png

 

 

Banyak dari kader PMII yang tidak mengetahui PMII seutuhnya, penjiwaan dan pemahaman anggota terhadap identitas PMII sangatlah minim. Pernyataan ini berangkat dari fakta empiris bahwa masih banyak anggota yang tidak dapat mengatakan kembali secara lengkap apa tujuan PMII, bagaimana isi dari AD/ART, sejarah perkembangannya, asal-usul dan pemaknaan dari nilai-nilai filosofis yang ada pada tubuh PMII. Pesan penting pada tulisan ini yaitu: “Kembalilah kepada PMII”. Pesan tersebut akan mengiringi langkah pembaca pada esaay kali ini.

Bagi anggota baru, Mapaba (Masa Penerimaan Anggota Baru) merupakan atmosphere ideologis yang mengorbitkan nilai dan norma, yang berkembang di tubuh organisasi ini. Bagi anggota lama -yang terlampau tak sadar, Mapaba merupakan ajang refleksi ulang dan penjiwaan untuk mengenal kembali apa itu PMII, semacam proses evalusasi diri sudah sejauh mana kita bergerak menuju cita-cita sempurna.

Mungkin saja jika saya bertanya kepada para anggota, bisakah kita menjelaskan ulang apa itu Ahlu Sunnah Wal Jamaah (Aswaja), bagaimana pengamalan dari Nilai Dasar Pergerakan (NDP), dan apa itu PMII secara kelembagaan. Kebanyakan dari kita hanya dapat menjelaskan yang intinya saja. Ini sama seperti jika kita mengatakan, “hidupku ini intinya harus makan, minum, belajar, kerja, dan sukses.” Ya, intinya seperti itu. Tidak salah memang jika ada yang menjawab seperti itu. Namun, alangkah mewahnya jika kita dapat mengatakan, “Otakku ini diciptakan untuk berfikir dan memerintah organ tubuhku, maka Aku hidup di dunia ini harus beramal baik dan bermanfaat bagi sekitar.” Atau, “Aku lahir pada tanggal 17 April, Ibu ku melahirkanku dengan susah payah, penuh pengrobanan uang dan nyawa, maka Aku akan menjaga diri ini sebagaimana Ibu ku memperjuangkan hidup ku agar dapat hidup ke dunia.”

Kedua pernyataan ini memang berbeda penyampaiannya, yang satu sederhana dan apa adanya; yang kedua adalah penuh keyakinan, penghargaan diri, dan percaya diri. Tapi kita jangan melihat dari apa yang mereka sampaikan, namun lihatlah sebagaimana mereka meresapi kehadiran dirinya di dunia. Sebagaimana kita mewakafkan diri kita di PMII, dan kesadaran PMII di tengah-tengah masyarakat.

 

Oleh: Nabil Hafidz ( Kader PMII HES)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: