Arsip Kategori: :: EDITORIAL

Pungutan Biaya Kunjungan Perpustakaan; Mencerdaskan atau Membodohkan

Oleh: Tim Redaksi

Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah fakultas terbesar kedua di lingkungan UIN Jakarta, setelah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Tentunya juga dituntut untuk dapat melayani seluruh kebutuhan mahasiswa yang jumlahnya tak sedikit tersebut. Salah satunya adalah membuka layanan Perpustakaan, sebagai pusat intelektualisme, baik dalam memenuhi segala literatur maupun informasi yang dibutuhkan civitas akademika.

Kini Perpustakaan FSH telah berhasil menjadi perpustakaan yang sering dirujuk oleh banyak kalangan dalam memenuhi referensi buku dll. Kelengkapan literatur mungkin menjadi penyebab utama membludaknya akademisi yang berkunjung ke Perpustakaan FSH tersebut.

Lanjutkan membaca Pungutan Biaya Kunjungan Perpustakaan; Mencerdaskan atau Membodohkan

Iklan

Siapa di Balik Naiknya Harga Minyak?

Oleh: A. Jafar M. Sidik

Siapa tak kenal T. Boone Pickens? Di pasar energi global dan lingkungan pasar modal Wall Street di Amerika Serikat (AS), nama T. Boone Pickens terkenal sebagai spekulan minyak kelas atas paling penting. “Saat ia berbicara, orang-orang menyimaknya. Bahasanya mudah dimengerti siapa pun. Ketika menyebut harga minyak bakal mencapai 150 dolar AS per barel akhir 2008 nanti, semua orang mengamininya,” kata Todd Benjamin, Redaktur Keuangan CNN International.

Kalangan pasar keuangan global memang melihat Boone sebagai jago memprediksi harga minyak dan pandai mengeksploitasi kekuatan logikanya yang cemerlang untuk menghubungkan fakta dan kecenderungan harga dengan psikologi pasar.

Lanjutkan membaca Siapa di Balik Naiknya Harga Minyak?

Gaung Global Ecek-Ecek

Setelah perubahan iklim, dunia kini menempatkan korupsi sebagai ancaman global. Jutaan bahkan miliaran warga dunia kini hidup terlunta-lunta akibat korupsi yang marak di berbagai belahan bumi. Korupsi sebagai ancaman bersama harus dienyahkan. Negara maju dan negara berkembang sepakat menyatakan perang terhadap korupsi.

Untuk itulah Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar konferensi antikorupsi di Bali. Hajatan yang dihadiri sekitar 300 peserta dari 140 negara itu berlangsung sejak 28 Januari dan berakhir hari ini. Negara maju gerah karena korupsi di negara berkembang tidak kunjung berakhir. Berbagai bantuan untuk menyejahterakan rakyat miskin di negara berkembang berakhir sia-sia karena dikorupsi elite setempat untuk memakmurkan diri sendiri dan kroninya.

Lanjutkan membaca Gaung Global Ecek-Ecek

Buruh Migran Perempuan; Pahlawan, Korban dan Memprihatinkan

Hari selasa-kamis, tanggal 22 s.d. 24 Mei 2007 telah terselenggara pertemuan 25 organisasi nasional (salah satunya PB KOPRI) yang tergabung dalam GPPBM (gerakan Perempuan untuk perlindungan Buruh Migran) dalam rangka Dialog Publik yang mengangkat tema ‘Pendidikan berperspektif HAM dan Keadilan gender untuk Perlindungan Buruh Migran” dan musyawarah anggota dengan agenda laporan Pertanggungjawaban presidium dan pengurus GPPBM 2005-2007 serta pemilihan Presidium GPPBM periode 2007-2010.

Dalam pertemuan tersebut mengemuka pentingnya lembaga keagamaan baik ormas, LSm, organisasi Mahasiswa, pesantren dan kelompok masyarakat yang bergerak dalam sector keagaaman lainnya untuk mengambil bagian pendidikan masyarakat yang memiliki perspektif tersebut diatas dalam menjalankan aktivitas dan turut melakukan advokasi serta monitoring terhadap meningkatnya buruhnya migrant Indonesia ke Negara-negara lain (terutama Timur tengah, Malaysia, singapura, dan Hongkong).

Lanjutkan membaca Buruh Migran Perempuan; Pahlawan, Korban dan Memprihatinkan

Menghapus Peran Politik Mahasiswa, Memangkas Nalar Kritis

Rencana Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama mengeluarkan Statuta Baru bagi Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) yang berisi normalisasi kampus untuk tidak lagi bermain politik sungguh mengagetkan. Mengapa? Sebab hal ini akan membawa dunia kampus jauh ke belakang masa Orde Baru yang mengungkung ruang ekpresi mahasiswa yang dikenal dengan Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK).

Kalau kita menilik pada sejarah, jauh sebelum dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) menteri pendidikan dan kebudayaan (P dan K), Daoed Josoef, No. 0156/U/1978 tentang Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Disusul dengan SK No. 0230/U/J/1980 tentang pedoman umum organisasi dan keanggotaan Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK), mahasiswa diberi kebebasan untuk terjun dalam percaturan politik nasional. Pada tingkat perguruan tinggi atau universitas kita mengenal ada Dewan Mahasiswa (Dema) dan Kudema (Kudeta Mahasiswa) ditingkatan fakultas.

Lanjutkan membaca Menghapus Peran Politik Mahasiswa, Memangkas Nalar Kritis

Militer: Tembak Mati Saja

Oleh: Muhammad Budi Setiawan

Tindakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap warga sipil di Pasuruan, Rabu (30/05/2007) merupakan cara baru untuk menyelesaikan masalah di Negeri ini, meskipun terindikasi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

TNI sebagai otoritas bersenjata di Negeri ini, yang mempunyai tugas untuk mempertahankan kedaulatan Bangsa, baik dari serangan asing maupun dalam, justeru merasa terancam oleh warga sendiri yang semestinya mereka lindungi. Sengketa tanah yang memicu bentrokan adalah masalah yang telah lama tidak terselesaikan. Akan tetapi, masalah ini baru muncul, ketika Indonesia mempunyai masalah yang lebih pelik mengenai kasus aliran dana non-bujeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Republik Indonesia (RI).

Lanjutkan membaca Militer: Tembak Mati Saja

Lingkaran Kejahatan Terselubung IPDN

Oleh: Ahmad Millah Hasan

Dunia jurnalistik mengenal idiom bahwa anjing menggigit orang bukanlah berita,tetapi orang yang menggigit anjing itu baru berita.Artinya,kejadian yang tidak lazim terjadi barulah memiliki nilai berita tinggi (news value).

Namun, bagaimana jika ternyata anjing menggigit orang terus-menerus? Apakah itu tetap bukan sebuah berita? Idiom itu layak diungkapkan untuk menggambarkan kekerasan yang menewaskan praja muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Cliff Muntu oleh para seniornya.

Karena kasus serupa telah terjadi berkali-kali, pantaslah jika media massa memberikan porsi pemberitaan sangat besar untuk menyorot borok sistem pendidikan perguruan tinggi yang dulu bernama Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) itu. Realitas kekerasan dan aksi premanisme di IPDN membuat kita terhenyak.

Lanjutkan membaca Lingkaran Kejahatan Terselubung IPDN