Arsip Kategori: :: OPINI MAHASISWA

Catatan Hati Seorang Sahabati

Pergerakan dalam hidup harus selalu siap dalam menghadapi setiap rintangan, jangan saling menyalahkan, menjatuhkan apalagi  berhenti. Karena bergerak itu seperti cinta, entah sedih atau bahagia itu semua tetap anugerah dari Tuhan.-Isymaa

2013 lalu, gue mulai menjalani kehidupan baru gue sebagai mahasiswa. Masa peralihan dari anak SMA yang manja menjadi mahasiswa yang dituntut selalu mandiri begitu kontra. Dogma negatif, Issue yang tidak pasti bahkan berita hoax yang menyudutkan dimakan begitu saja oleh pemikiran-pemikiran polos kami, mahasiswa baru. Tidak ada perlawanan atau penyangkalan, karena kami pikir senior lebih tau segalanya padahal lambat laun terbukti tidak.

Gue menjadi keluarga baru di Ilmu Hukum, satu orang yang menggenapkan 40 jumlah orang di kelas. Di Kelas Ilmu Hukum A angkatan 2013, ada 11 mahasiswi. Dan dari 11 mahasiswi itu, 10 orang memilih mengikuti LK, dan 1 orang memilih berjalan berlawanan dengan mengikuti mapaba. Dan satu orang itu adalah gue. Sebenernya menjadi angka satu atau satusatunya itu tidak selalu membuat bangga, tetapi siapa yang berani melawan arus, dia yang lebih pandai berenang, bukan?

Berproses tanpa teman bukan hal yang mudah. Menjadi bagian PMII, tanpa ada yang dikenal didalamnya juga bukan hal yang mudah. Tapi untuk berpikir mundur, ahh itu sebuah penghianatan. Dan gue selalu percaya, proses yang berhasil gue lewati, satu persatu, langkah perlangkah, akan menjadi ribuan jarak yang membawa gue semakin dekat ke destinasi tujuan terakhir gue. Tuhan. Ya, PMII dekat dengan tuhan, katanya.

Hari berganti, udara berubah, tetapi langit tetap biru dan dahan pohon talok di ciputat tak akan pernah memutih. Begitu pula memori, tak akan pernah menghilang walau nyawa melayang, apalagi memori tentang PMII. Banyak hal indah, banyak hal duka, banyak hal yang bisa membuat tertawa. tapi apakah itu adalah esensi dari berganisasi? Hanya membuat bahagia.

Lalu, Perlahan tapi pasti, cinta PMII tumbuh tanpa pupuk di hati gue. Jangan tanya kenapa, gue punya beribu alasan buat menjawab pertanyaan sepele itu. sekali lagi, jangan tanya alasannya kalau kalian belum siap buat jatuh cinta sama PMII seperti gue. 

Banyak ilmu yang gue dapet dari PMII. Banyak sahabat yang gue punya dari PMII. Banyak pengalaman yang gue terima dari PMII. Kalau ada yang bilang PMII gak akan pernah ngasih apa-apa itu menurut gue gombal. Tuhan pun menitipkan banyak nikmat dan karunianya melalui perantara PMII. Gak percaya? Sama. Tapi kita berhasil karena percaya ,bukan? 

Mencoba Masuk karena nekat, bertahan karena niat lalu berhasil karena percaya. Tidak ada yang salah, bukan?. Lalu, apa yang kamu tunggu?..

Iklan

Degradasi Nilai Pergerakan Kaum Intelegensia (Bagian II)

Arah pergerakan mahasiswa dewasa ini sudah mengalami kehilangan visi dan misi. Ibarat kata, gerakan mahasiswa bagaikan menara kardus. Bertubuh kekar namun keropos di dalam. Berkuantitas besar namun minim dalam kualitas. Mahasiswa yang merupakan tonggak awal dari pergerakan harus paham akan fungsi sosialnya yaitu sebagai agent of change ( agen perubahan ) dan agent of social control ( agen pengawas sosial ). kekuatan moralnya dalam bergerak karena pada intinya apa yang dibuat adalah semata – mata berlandaskan pada gerakan moral yang menjadi idealismenya dalam bergerak. Kedua adalah kekuatan intelektualitasnya, melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki dari bangku perkuliahan yang senantiasa diaplikasikan untuk gerakan moral dan pengabdian kepada masyarakat, karena ilmu merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus diamalkan. Ketiga adalah mahasiswa sebagai seorang pemuda memiliki semangat yang merupakan karakter alami yang pasti dimiliki oleh setiap pemuda secara biologis. Lanjutkan membaca Degradasi Nilai Pergerakan Kaum Intelegensia (Bagian II)

PEMIRA Studend Government UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2008

Oleh: Saifudien Djazuli*

Jika anda memasuki kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekarang, anda pasti akan melihat banyak baliho dan spanduk yang berisi nama-nama calon BEMU, BEMF, BEMJ dan Sosialisasi tahapan pemilu plus photo anggota KPU nya. Fenomena ini mengindikasikan bahwa PEMIRA atau hajatan tahunan mahasiswa telah memasuki H-7 dari hari PEMIRA. PEMIRA yang dicanangkan oleh KPU tanggal 3-4 Desember 2008 sampai saat ini masih berjalan relative aman dan terkendali. Proses pembelajaran demokrasi yang tentunya tidak memakan anggaran yang sedikit untuk kelas mahasiswa.

Lanjutkan membaca PEMIRA Studend Government UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2008

Calon Independen Harus Diperjuangkan

Oleh: Muhammad Budi Setiawan

Jika dilihat dari perkembangan demokrasi, gagal mengizinkan calon independen menjadi kontestan merupakan bencana bagi Pilkada DKI. Secara lebih luas, juga menandakan beratnya jalan ke arah demokrasi selama elite politik masih berpikir defensif.

Politik DKI belum digunakan untuk menampung keinginan orang biasa. Partai politik menjadi oligarki untuk mempertahankan kekuasaan. Secara lebih skeptis, bisa dikatakan reformasi akan mandeg karena hasil korupsi pemegang kekuasaan akan terus dilindungi oleh elite politik. Bila pemegang kekuasaan di suatu daerah tingkat I digantikan oleh penguasa baru, bisa ada harapan gubernur baru melakukan gerakan pembersihan pada awal masa jabatannya.

Lanjutkan membaca Calon Independen Harus Diperjuangkan