Arsip Kategori: :: OPINI MAHASISWA

WHERE IS YOUR MOVEMENT? PMII KOMFAKSYAHUM

 

 

Bendera PMII Uk 90x60

 

 

For the first I come a big organization ,who gave birth to famous people especially in Indonesia ,which is base on islam . PMII that is name organization ,which Is very famous for yellow blue in its flag ,which has meaning in every picture in its flag. Who didn’t know PMII? The answer is my self,from children until high school I do not know PMII,  I am know PMII at state islamic Jakarta . so how about if myself didn’t studying here , my whole life will to not know what a PMII ? I am sure that really much youngsters do not know PMII like me, it is started from junior high school, senior high school until student at university . so how we should  introduce this organization?

So why  people do not know PMII?,what is wrong?what is missing? In my opinion I think that wrong is members of PMII itself ,why? I said like that cause really much members of PMII Do not know what is the real movement ,what should they do etc. and especially I see at PMII komfaksyahum.

As a big organization  we should do a real action for the momevment in this organization, if we only has very much members but not acting and no doing anything to kompaksyahum so for what that? Or only  hangoiting at besment faculty ,under tree, so for what that? As we know PMII kompaksyahum need multitalent members to bring this organization to be better. We donot need members like this, we need  a member has a big comintment,big action,and big future goals. For example   members of hindrets of PMII kompaksyahum  only ten people activing to join engglish class. So this is really great activity but why so a few  followers ?

I has  a suggestion for all members of PMII kompaksyahum to be better ,come on we movement ,do something,do what we can,not only hang out not clear and spend our time, for exsample we do positive activity social service,show talent and interest like playing futsal, playing basketball,playing table tennis and etc, and then we make a group discussion exsample like a , group of scientists,group of sport,group of entrepreneurship,group of language ,group of mueslim discussion and another else.

So what is real action already us to do? As time went  I hope who  Is read this my note can get’s a big profit and do special at PMII kompaksyahum to be better.

At the last time but not least I say thank to you for all  people reading my writing and I say really big thanks to my sahabat/sahabati from HPI Semester 2 especially izzul,amlina,annisa,Yasser,amir,fahrul,andika,azzer,maulana,syarif and farhan  what again I say big thanks  to bring me at this organization from zero until know. We know in the class we are minority but I really sure we can be better from the majority aamiin,keep solid,and always keep the relationship. And then thanks to brother ali maksum, fayed,hasin etc to always guide us. then thanks to all members of english class especially mr faisal,miss abel,and miss nadia assegaf.

I am sorry for my misstake and I close Whith saying.

 

By: Deswir Saputra (Kader HPI Smt 2)

Peran dan Posisi Intelektual di Masyarakat

Membicarakan peran dan posisi intelektual dalam masyarakat selalu menuai kearah pertanyaan siapakah intelektual. Membicarakan intelektual teringat atas ungkapan dari Dhaniel Kidae, “ bagaikan menggoreskan garis di atas air yang  mengalir.” Sangat sulit untuk diartikan ungkapan dari dhaniel dharma kidae. Namun, Muammar Kadafi menuturkan bahwa ungkapan ini yang membedakan antara intekektual dan non intektual.

Menurut Seymour Martin Lipset intelektual adalah yang menciptakan, menyebaluaskan, dan menjalankan kebudayaan,” Definisi ini berkaitan dengan suatu struktur dan fungsi sosial tertentu, berarti kita harus melihat peran dan posisi intelektual dalam masyarakat. Bicara mengenai peran dan posisi intelektual juga tidak bisa tidak dilepaskan dari kaitan antara pengetahuan dan kekuasaan.

Sebuah pandangan mahasiswa indonesia  merujuk kepada kemerdekaan dan reformasi. Pada masa itu , muncul sebuah strata sosial yang disebut dengan istilah masyarakat madani. Starata ini terdiri dari lapis masyarakat yang lebih terdidik, dikirim ke pesantren,sekolah, dan perguruan tinggi dengan tujuan khusus untuk merubah negri ini.

Berkaitan dengan posisi inteltual dalam masyarakat , ada dua pendekatan yang muncul . Dua pendekatan tersebut melihat intelektual sebagai kelas dalam masyarakat, yakni:

Pertama, Pendekatan yang menempatkan intelektual sebagai kelas pada dirinya sendiri. Pendekatan ini meletakkan intelektual berposisi di atas angin. Pendekatan yang kerap disebut dengan benda-isme ini merujuk pada pandangan julien benda yang termuat dalam pengkhiatan kaum cendikiawan. Dia mengatakan bahwa terdapat anatomi antara kekuasaan dan kebenaran, dimana mencari kebenaran adalah pekerjaan kaum intelektual.

Kedua, pendekatan yang mengangap kaum intelektual merupakan bagian dari kelas itu sendiri. Pendekatan ini berakar dari pemikiran Antonio Gramsci. Gramsci menyatakan bahwa “ semua orang adalah intelektual , namun tidak semua orang mempunyai fungsi intektual dalam masyarakat.” Gramsci Membagi Beberapa Tigologi intelektual:

  1. Intelektual Tradisional, yakni intelektual yang menyebarkan ide dan berfungsu sebagai mediator antara massa rakyat dengan kelas atasnya.
  2. Intelektual organik, yakni kelompok intektual yang mempunyai badan penelitian dan studi yang berusaha memberi refleksi atas keadaan namun terbatas untuk kepentingan kelompoknya sendiri.
  3. Intelektual kritis, yakni intelektual yang mampu melepaskan diri dari hegemoni penguasa elite kuasa yang sedang memerintah dan mampu memberikan pendidikan alternatif untuk proses pemerdekaan.
  4. Intelektual universall, yakni tipe intelektual yang berusaha memperjuangkan pemanusiawian dan humanisme serta dihormatinya harkat manusia.

Sedangkan obsesi Gramsci sendiri adalah bagaimana massa rakyat atau siapa saja bisa menjadi intelektual partisipan, yakni intelektual yang ikut dalam suatu kelas tertindas dan berusaha bersama-sama dengan kelompok tersebut untuk melakukan perubahan atas realitas yang menindas mereka dengan seluruh aksi politis dn pendidikan penyadarannya.

 

Oleh/; Bang_Ainur (Kader PMII PMH)

Sumber :Arizal Mtahir dalam . Intelektual Kolektif Pierre Bourdie, dan Mutji Sutrisno, Antara budaya dan Masyarakat.

 

Catatan Hati Seorang Sahabati

Pergerakan dalam hidup harus selalu siap dalam menghadapi setiap rintangan, jangan saling menyalahkan, menjatuhkan apalagi  berhenti. Karena bergerak itu seperti cinta, entah sedih atau bahagia itu semua tetap anugerah dari Tuhan.-Isymaa

2013 lalu, gue mulai menjalani kehidupan baru gue sebagai mahasiswa. Masa peralihan dari anak SMA yang manja menjadi mahasiswa yang dituntut selalu mandiri begitu kontra. Dogma negatif, Issue yang tidak pasti bahkan berita hoax yang menyudutkan dimakan begitu saja oleh pemikiran-pemikiran polos kami, mahasiswa baru. Tidak ada perlawanan atau penyangkalan, karena kami pikir senior lebih tau segalanya padahal lambat laun terbukti tidak.

Gue menjadi keluarga baru di Ilmu Hukum, satu orang yang menggenapkan 40 jumlah orang di kelas. Di Kelas Ilmu Hukum A angkatan 2013, ada 11 mahasiswi. Dan dari 11 mahasiswi itu, 10 orang memilih mengikuti LK, dan 1 orang memilih berjalan berlawanan dengan mengikuti mapaba. Dan satu orang itu adalah gue. Sebenernya menjadi angka satu atau satusatunya itu tidak selalu membuat bangga, tetapi siapa yang berani melawan arus, dia yang lebih pandai berenang, bukan?

Berproses tanpa teman bukan hal yang mudah. Menjadi bagian PMII, tanpa ada yang dikenal didalamnya juga bukan hal yang mudah. Tapi untuk berpikir mundur, ahh itu sebuah penghianatan. Dan gue selalu percaya, proses yang berhasil gue lewati, satu persatu, langkah perlangkah, akan menjadi ribuan jarak yang membawa gue semakin dekat ke destinasi tujuan terakhir gue. Tuhan. Ya, PMII dekat dengan tuhan, katanya.

Hari berganti, udara berubah, tetapi langit tetap biru dan dahan pohon talok di ciputat tak akan pernah memutih. Begitu pula memori, tak akan pernah menghilang walau nyawa melayang, apalagi memori tentang PMII. Banyak hal indah, banyak hal duka, banyak hal yang bisa membuat tertawa. tapi apakah itu adalah esensi dari berganisasi? Hanya membuat bahagia.

Lalu, Perlahan tapi pasti, cinta PMII tumbuh tanpa pupuk di hati gue. Jangan tanya kenapa, gue punya beribu alasan buat menjawab pertanyaan sepele itu. sekali lagi, jangan tanya alasannya kalau kalian belum siap buat jatuh cinta sama PMII seperti gue. 

Banyak ilmu yang gue dapet dari PMII. Banyak sahabat yang gue punya dari PMII. Banyak pengalaman yang gue terima dari PMII. Kalau ada yang bilang PMII gak akan pernah ngasih apa-apa itu menurut gue gombal. Tuhan pun menitipkan banyak nikmat dan karunianya melalui perantara PMII. Gak percaya? Sama. Tapi kita berhasil karena percaya ,bukan? 

Mencoba Masuk karena nekat, bertahan karena niat lalu berhasil karena percaya. Tidak ada yang salah, bukan?. Lalu, apa yang kamu tunggu?..

Degradasi Nilai Pergerakan Kaum Intelegensia (Bagian II)

Arah pergerakan mahasiswa dewasa ini sudah mengalami kehilangan visi dan misi. Ibarat kata, gerakan mahasiswa bagaikan menara kardus. Bertubuh kekar namun keropos di dalam. Berkuantitas besar namun minim dalam kualitas. Mahasiswa yang merupakan tonggak awal dari pergerakan harus paham akan fungsi sosialnya yaitu sebagai agent of change ( agen perubahan ) dan agent of social control ( agen pengawas sosial ). kekuatan moralnya dalam bergerak karena pada intinya apa yang dibuat adalah semata – mata berlandaskan pada gerakan moral yang menjadi idealismenya dalam bergerak. Kedua adalah kekuatan intelektualitasnya, melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki dari bangku perkuliahan yang senantiasa diaplikasikan untuk gerakan moral dan pengabdian kepada masyarakat, karena ilmu merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus diamalkan. Ketiga adalah mahasiswa sebagai seorang pemuda memiliki semangat yang merupakan karakter alami yang pasti dimiliki oleh setiap pemuda secara biologis. Lanjutkan membaca Degradasi Nilai Pergerakan Kaum Intelegensia (Bagian II)

PEMIRA Studend Government UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2008

Oleh: Saifudien Djazuli*

Jika anda memasuki kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekarang, anda pasti akan melihat banyak baliho dan spanduk yang berisi nama-nama calon BEMU, BEMF, BEMJ dan Sosialisasi tahapan pemilu plus photo anggota KPU nya. Fenomena ini mengindikasikan bahwa PEMIRA atau hajatan tahunan mahasiswa telah memasuki H-7 dari hari PEMIRA. PEMIRA yang dicanangkan oleh KPU tanggal 3-4 Desember 2008 sampai saat ini masih berjalan relative aman dan terkendali. Proses pembelajaran demokrasi yang tentunya tidak memakan anggaran yang sedikit untuk kelas mahasiswa.

Lanjutkan membaca PEMIRA Studend Government UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2008

Calon Independen Harus Diperjuangkan

Oleh: Muhammad Budi Setiawan

Jika dilihat dari perkembangan demokrasi, gagal mengizinkan calon independen menjadi kontestan merupakan bencana bagi Pilkada DKI. Secara lebih luas, juga menandakan beratnya jalan ke arah demokrasi selama elite politik masih berpikir defensif.

Politik DKI belum digunakan untuk menampung keinginan orang biasa. Partai politik menjadi oligarki untuk mempertahankan kekuasaan. Secara lebih skeptis, bisa dikatakan reformasi akan mandeg karena hasil korupsi pemegang kekuasaan akan terus dilindungi oleh elite politik. Bila pemegang kekuasaan di suatu daerah tingkat I digantikan oleh penguasa baru, bisa ada harapan gubernur baru melakukan gerakan pembersihan pada awal masa jabatannya.

Lanjutkan membaca Calon Independen Harus Diperjuangkan