Arsip Kategori: :: RESENSI BUKU

Mengakhiri Dualisme Pemahaman Tahlil

Peresensi: Abdul Halim Fathani Yahya*)
Judul Buku: Tahlil dan Kenduri; Tradisi Santri dan Kiai
Penulis: H.M. Madchan Anies
Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta
Cetakan: I, Februari 2009
Tebal Buku: xii + 180 Halaman

Umat Islam di Indonesia khususnya warga NU (Nahdliyin) telah mentradisikan tahlil dalam berbagai hajatan, seperti yang biasa dilaksanakan 7 hari, 40 hari, 100 hari, atau 1000 hari dari kematian keluarga/tetangganya. Di kalangan pesantren, santri dan keluarga ndalem biasanya menyelenggarakan acara haul untuk melakukan “kiriman doa” kepada kiainya yang telah meninggal dunia.

Lanjutkan membaca Mengakhiri Dualisme Pemahaman Tahlil

Iklan

Pendidikan Sebagai Pencerdas Bangsa

resensi-pendidikan-pencerdasPeresensi: Saifullah Syah
Judul Buku: Menggugat Pendidikan Indosesia; Belajar Dari Paulo Freire dan Ki Hajar Dewantara
Penulis: Moh. Yamin
Penerbit: Ar-Ruzza Media, Yogyakarta
Cetakan: Cetakan I, Januari 2009
Tebal Buku: 300 Halaman

Wajah suram kegagalan dan ketimpangan dunia pendidikan berupa pemetakan antara si miskin dan si kaya masih terus mewarnai pola sistem pendidikan Indonesia. Seolah-olah bangsa ini tidak pernah belajar dari pengalaman buruk masa Orde Baru. Dimana pendidikan dijadikan alat pembenaran dan sarana mendapat keuntungan penguasa. Sehingga hak-hak orang miskin untuk mengenyam pendidikan gratis dan layak tak pernah tercapai.

Lanjutkan membaca Pendidikan Sebagai Pencerdas Bangsa

Membongkar Ketidakadilan Budaya Patriarki

resensi-ketidakadilan-budayaPeresensi: Danuji Ahmad *
Judul Buku: Gender dan Inferioritas Perempuan, Praktik Kritik Sastra Feminis
Penulis: Sugihastuti
Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan: 1, September 2007
Tebal Buku: 351 halaman

Membaca perempuan dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia senantiasa menyisakan air mata. Perempuan selalu saja terjerembab pada bingkai kesengsaraan. Mereka dianggap tak lebih sebagai ‘warga kelas dua’ yang dicampakkan hak-hak asasinya. Dalam konteks kebudayaan, keberadaannya tak hanya disingkirkan, tapi jasa mereka juga tak dihitung sebagai sumbangan peradaban.

Lanjutkan membaca Membongkar Ketidakadilan Budaya Patriarki

Jawaban Praktis Amaliah Warga NU

Peresensi: Noviana Herliyanti
Judul Buku:
Hujjah NU Akidah-Amaliah-Tradisi
Penulis: KH Muhyidin Abdusshomad
Editor: Muhammad Faishol, MAg
Penerbit: Khalista Surabaya
Cetakan: I, Juni 2008
Tebal Buku: xii+ 121 halaman

KH Muhyidin Abdusshomad adalah sosok kiai, yang dikatatan paling produktif, khususnya di kalangan warga NU. Saat ini ada beberapa karyanya yang sudah banyak beredar di seluruh pelosok Tanah Air. Di antaranya, Fiqh Tradisionalis, Tahlil Dalam Persfektif Al-Quran dan As-Sunnah, Penuntun Qolbu: Kiat Meraih Kecerdasan Spiritual, Etika Bergaul di Tengah Perubahan (Kajian Kitab Kuning), dan Hujjah NU Akidah Amaliah Tradisi.

Lanjutkan membaca Jawaban Praktis Amaliah Warga NU

Memproklamirkan ‘Ahlussunnah wal Bidah Hasanah’

Peresensi: A Khoirul Anam
Judul Buku: Ahlussunnah wal Bidah Hasanah
Penulis: Tim Jurnal Kalimah
Penerbit: Lesbumi Yogyakarta
Cetakan: Mei 2008
Tebal Buku: 169 halaman

Kalangan Nahdliyin (warga organisasi Nahdlatul Ulama/NU), juga para kiai dan santri di pondok pesantren sering dihadapkan dengan gugatan kelompok yang menamakan diri ‘kelompok pemurnian Islam’ atau ‘kelompok modernis’. Mereka yang muncul belakangan ini ‘berteriak-teriak’ mengharamkan alias mencap sesat beberapa ritual peribadatan (ubudiyah) yang sudah lama dijalankan semenjak Islam pertama kali berkembang di Nusantara, seperti tahlilan, ziarah kubur, selamatan, selawat Nabi, perayaan Maulid Nabi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Lanjutkan membaca Memproklamirkan ‘Ahlussunnah wal Bidah Hasanah’

NU dan Tantangan Menjelang Satu Abad

Peresensi: Noviana Herliyanti
Judul Buku: NU dan Neoliberalisme, Tantangan dan Harapan Menjelang Satu Abad
Penulis: Nur Khalik Ridwan
Editor: F. Mustafid
Penerbit: LKiS, Yogyakarta
Cetakan: I, Februari 2008
Tebal Buku: xx+204 halaman

Nahdlatul ulama (NU), adalah organisasi sosial keagamaan yang didirikan pada 31 Januari 1926 (16 Radjab 1344 H) oleh sejumlah kiai (ulama) di Surabaya, Jawa Timur. Organisasi ini sudah memberikan kontribusi dan perubahan yang besar pada negara, khususnya umat Islam di seluruh pelosok Tanah Air. Promotor berdirinya, KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Ridwan, KH Nawawi, KH Doromuntaha (menantu KH Cholil Bangkalan). Pendiri utamanya adalah, Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari.

Lanjutkan membaca NU dan Tantangan Menjelang Satu Abad

Jejak Langkah Tokoh Pemikir Sejarah

Peresensi: Muhammad Ali Fakih AR
Judul Buku: 50 Tokoh Penting Dalam Sejarah
Penulis: Marnie Hughes-Warrington
Penerjemah: Abdillah Halim
Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan: I, Maret 2008
Tebal Buku: xxxix+695 Halaman

Buku 50 Tokoh Penting Dalam Sejarah hadir dalam rangka memberikan panduan kepada pembaca untuk memahami historiografi sembari menyelami pemikiran para tokohnya masing-masing dari lajur perkembangan historical knowledge dari zaman kuno hingga sekarang. Terdapat 50 tokoh pemikir sejarah (tingkers on history) yang menjadi perhatian dasar penulis buku ini untuk mencoba menjelaskan tentang fakta sejarah, pola dan karakteristik pemikiran 50 tokoh itu serta pengaruhnya terhadap ilmu historiografi dikemudian hari.

Lanjutkan membaca Jejak Langkah Tokoh Pemikir Sejarah