Arsip Kategori: ::> Politik

Hasil Lengkap Rekapitulasi Suara Pilpres di 23 Provinsi

 

JAKARTA Senin 20 juli 2014– vsBeberapa Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat provinsi telah mengumumkan penetapan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilpres 2014 hingga hari kedua pada Ahad (20/7) dinihari WIB.

Lanjutkan membaca Hasil Lengkap Rekapitulasi Suara Pilpres di 23 Provinsi

Iklan

Konstitusi Piagam Madinah

Piagam Madinah, juga dikenal dengan sebutan Konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan suatu perjanjian formal antara dirinya dengan semua suku-suku dan kaum-kaum penting di Yathrib (kemudian bernama Madinah) di tahun 622. Dokumen tersebut disusun sejelas-jelasnya dengan tujuan utama untuk menghentikan pertentangan sengit antara Bani ‘Aus dan Bani Khazraj di Madinah. Untuk itu dokumen tersebut menetapkan sejumlah hak-hak dan kewajiban-kewajiban bagi kaum Muslim, kaum Yahudi, dan komunitas-komunitas pagan Madinah; sehingga membuat mereka menjadi suatu kesatuan komunitas, yang dalam bahasa Arab disebut Ummah.

Lanjutkan membaca Konstitusi Piagam Madinah

Merenda Benang Kusut KNPI (KNPI bagian 2)

Oleh: Munawar Fuad

Komite Nasional Pemuda Indonesia, KNPI jadi dua. Kalo Naga Bonar Jadu Dua, seperti Film terbarunya, makin segar, lucu dan untung. Momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008 terlukai karena ada dua Kongres Pemuda. Sebelumnya pun ada Dua KNPI Pusat. Menuju solusi bersama telah diupayakan lewat Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) pada 23-25 Juli 2008, namun malah melahirkan konflik baru.

Berlanjut, sampai terlaksananya Kongres Ancol, konflik di tubuh KNPI makin seperti benang kusut. Dilanjutkan dengan Kongres Bali yang prosesnya juga melengkapi kekusutan dan hasilnya makin memperkeruh kerumitan. Benang kusutnya seperti benang sutra yang halus dan tak berujung. Kalau tak hati-hati dan serampangan penyelesaiannya, bisa putus dimana-mana.

Lanjutkan membaca Merenda Benang Kusut KNPI (KNPI bagian 2)

KNPI Jadi Dua, Solusinya? (KNPI bagian 1)

Oleh: Munawar Fuad*

Di tengah peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008, KNPI alias Komite Nasional Pemuda Indonesia, kok jadi dua ? KNPI terpecah dan terbelah. Pemuda Indonesia lagi berseteru. Sebaiknya KNPI dibubarkan saja. Atau, keduanya dileburkan, lalu Kongres KNPI kembali digelar dengan Kongres Luar Biasa. Setidaknya, itulah beberapa letupan keprihatinan, duka dan juga amarah dari kondisi obyektif adanya dua kongres dan dua kepengurusan DPP KNPI saat ini. Saya yang pernah ikut mengabdi di KNPI, turut berduka cita pula. Jika masalah ini tak terselesainya, di tengah kesempatan peluang bagi peran kebangsaan dan demokrasi yang terbuka lebar, maka KNPI akan kehilangan memontumnya mengisi perubahan negeri ini. Dengan segala keyakinan, artikel ini pun saya tulis untuk membuka wacana ke tengah publik, lalu berharap terbangun kesadaran bersama, bahwa pemuda memang menjadi sumber solusi, bukan sumber masalah. Pemuda akan mampu mengatasi masalah kebangsaan saat teruji juga mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

Lanjutkan membaca KNPI Jadi Dua, Solusinya? (KNPI bagian 1)

Kepak Sayap NU

Oleh: Moh. Samsul Arifin

Menarik batas. Begitulah yang dilakukan Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi saat berpidato di puncak peringatan Hari Lahir ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (3/2) yang dipadati puluhan ribu warga NU. Hasyim meminta nahdliyin untuk tidak terjebak tarik-menarik kepentingan politik, dalam kerangka pilkada atau pemilu. “Warga NU harus menjaga persatuan dan kesatuan dalam kerangka ukhuwah nahdliyah. Tidak boleh terbawa arus kepentingan politik. Jangan sampai warga nahdliyin dan ulama NU terpecah belah,” ujarnya.

Beralasan apabila Hasyim mengumandangkan seruan tersebut. Pasalnya, sebagai ormas keagamaan terbesar di Indonesia, NU selalu menjadi magnet bagi partai politik di Tanah Air. Di setiap momen politik elektoral, pilkada dan pemilu, warga NU selalu dilirik dan bahkan dipinang parpol, kandidat bupati, walikota, gubernur dan bahkan presiden/wakil presiden. Berkacalah pada pemilu presiden/wapres tahun 2004.

Lanjutkan membaca Kepak Sayap NU

Adu Kuat Gus Dur dan Kiai NU

Oleh: Rumadi

Konflik Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan kiai-kiai NU masih terus berlangsung. Konflik itu sendiri dipicu oleh rencana Gus Dur untuk mereposisi Saifullah Yusuf dari jabatan Sekjen PKB. Konflik itu terus berkembang dan mengkristal menjadi konflik Gus Dur dengan kiai NU. Penulis sendiri sebenarnya merasa agak berat menarik konflik PKB sebagai konflik Gus Dur dan kiai NU. Namun, pelan-pelan kita amati bahwa konflik tersebut telah merembet pada jantung kekuatan NU karena melibatkan kekuatan dan tokoh-tokoh yang menjadi “pemilik” NU.

Tidak seperti lazimnya, kehendak Gus Dur yang biasanya diamini (atau minimal dibiarkan) kiai-kiai NU, kini justru ditentang habis-habisan. Tidak tanggung-tanggung, kiai-kiai yang berseberangan dengan Gus Dur adalah tokoh-tokoh yang selama ini menjadi kekuatan inti Gus Dur.

Lanjutkan membaca Adu Kuat Gus Dur dan Kiai NU

PMII: Pancasila, Ideologi Jalan Tengah

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi berbasis mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU), menilai Pancasila merupakan sebuah ideologi jalan tengah di antara persoalan maraknya radikalisme agama dan liberalisme pasar. “Pancasila, bagi kami (PMII), merupakan jalan tengah di tengah maraknya radikalisme agama dan liberalisme pasar. Kami yakin Pancasila akan mampu menjawab kebuntuan segala persoalan bangsa dan juga persoalan dunia,” kata Ketua Umum Pengurus Besar PMII Hery Haryanto Azumi di Jakarta, Rabu (7/6).

Alumnus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyatakan, Pancasila dianggap mampu mengatasi segala persoalan bangsa karena di dalamnya terdapat prinsip-prinsip ketuhanan, kerakyatan, keadilan serta persatuan dan kesatuan.

Lanjutkan membaca PMII: Pancasila, Ideologi Jalan Tengah