PPM Kembali Memimpin UIN Jakarta

Jakarta (15/09) – Hajatan besar pamerintahan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah tuntas. Pemilihan Umum Raya (Pemira) Kampus UIN Jakarta baik Legislatif maupun Eksekutif telah menuai hasil. Pengumunan pemenang Pesta Demokrasi kali ini dibacakan langsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN Jakarta -Komisi yang yang bekerja untuk melaksanakan agenda Pemira Kampus-.

Pemira yang dilaksanakan pada tanggal 10-11 September 2007 lalu kini telah menuai hasil. Pemira Legislatif banyak dimenangkan oleh Partai Intelektual Muslim (PIM), disusul Partai Reformasi Mahasiswa (PARMA) dan Partai Persatuan Mahasiswa (PPM). Sementara Partai Progressive dan Partai Boenga berada pada posisi keempat dan kelima. Pemira yang diisukan banyak pemilih Golongan Putih tersebut ternyata hanya isu murahan yang dibangun oleh beberapa pihak, yang ingin mencoba memecah konsentrasi peta politik.

Pemira yang anggaran operasionalisasinya diambil dari dana kegiatan mahasiswa tersebut ternyata diikuti dengan cukup antusias oleh para mahasiswa, meskipun pada masa kampanye yang hadir hanya segelintir orang.

Pemira Eksekutif yang diperoleh seakan terbagi rata oleh masing-masing tiga partai besar, PIM, PARMA, dan PPM. Dari 10 fakultas yang ada (baik reguler dan non reguler), PPM menang pada Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) Reguler dan Non Reguler, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), dan Fakultas Ilmu tarbiyah dan Keguruan Non Reguler (FITK). Sementara PARMA menang di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Reguler dan Non Reguler, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Reguler dan Non Reguler, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Non Reguler , Fakultas Psikologi (FPsi) Reguler dan Non Reguler, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Reguler dan Non Reguler, dan Fakultas Dirasah Islamiyah (FDI). Sementara PIM menang di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Reguler dan Non Reguler, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Namun pada hitungan akhir PPM dapat mengantongi suara tertinggi dibandingkan dengan para partai rivalnya. PPM menang pada tingkat Universitas dengan selisih perolehan 190 suara dengan PARMA, dan 300 dengan PIM. Ini berarti pesta demokrasi di kampus UIN Jakarta telah usai. Namun apakah student government dapat terus diperjuangkan? Kita tunggu, Presiden Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terpilih, Sahabat Ade Muhammad Jhonatan untuk dapat mengawal student government dengan tanpa diskriminasi dan kekerasan. Serta merespon aspirasi seluruh kalangan mahasiswa, baik secara pribadi maupun organisatoris. (hamdi)

Iklan